Sorotan ke PT WUS Menguat, Peran Bupati Sumenep Tak Bisa Lepas Tangan

Thursday, 18 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Posisi Direktur PT Wira Usaha Sumekar (WUS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada latar belakang pendidikan Direktur PT WUS, Zainul Ubbadi, yang dinilai tidak linier dengan kebutuhan pengelolaan perusahaan daerah berbasis bisnis dan migas.

Berdasarkan penelusuran sejumlah kalangan, Zainul Ubbadi diketahui memiliki latar pendidikan pesantren serta gelar Magister Pendidikan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kompetensi manajerial dan ekonomi dalam memimpin BUMD yang mengelola sektor strategis, khususnya kerja sama migas dan penerimaan daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH).

Aktivis Zainul menilai, BUMD sekelas PT WUS seharusnya dipimpin oleh figur yang memiliki keahlian di bidang ekonomi, manajemen perusahaan, atau tata kelola bisnis energi. Hal tersebut dinilai penting agar perusahaan daerah mampu berkembang, memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Dari Musola Ambruk ke Harapan Baru: Kerja Kolektif Detikzone dan JSI

Isu ini menguat pasca aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) beberapa hari lalu. Dalam aksi tersebut, massa menuntut keterbukaan informasi terkait pengelolaan DBH Migas dan pembagian dividen yang diterima daerah. Sikap pimpinan PT WUS saat merespons aksi tersebut turut menuai kritik karena dinilai kurang komunikatif dan tidak mencerminkan etika pejabat publik.

“BUMD bukan perusahaan pribadi. Ia dikelola atas nama rakyat. Maka transparansi dan sikap terbuka adalah kewajiban,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya.

Di sisi lain, Zainul juga mulai mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai pemilik saham utama PT WUS. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan kepemimpinan direksi PT WUS, terutama menyangkut tata kelola keuangan, kontribusi dividen, serta kejelasan pemanfaatan DBH Migas.

Baca Juga  Satpas Polres Sumenep Tunjukkan Pelayanan Prima Lewat Program “Polisi Menyapa”

Pertanyaan publik semakin menguat ketika manfaat keberadaan industri migas di wilayah kepulauan Sumenep dinilai belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat. Bahkan, pada saat terjadi bencana alam seperti gempa beberapa bulan lalu, masyarakat menilai tidak terlihat peran nyata dari sektor migas dalam upaya pemulihan daerah.

Aktivis menilai, tanpa keterbukaan dan evaluasi serius, kepercayaan publik terhadap BUMD akan terus menurun. Mereka meminta agar PT WUS membuka data kerja sama migas, laporan dividen daerah, serta kontribusi nyata perusahaan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumenep.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT WUS belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan transparansi dan sorotan atas latar belakang pendidikan direkturnya.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru