Serapan Anggaran Minim, Banggar DPRD Sumenep Soroti Kinerja OPD yang Melambat

Wednesday, 6 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Banggar DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid dari Fraksi PKB

Foto: Anggota Banggar DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid dari Fraksi PKB

SUMENEP – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sumenep menyoroti rendahnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang hingga awal Agustus baru mencapai 44 persen. Kondisi ini dinilai sebagai indikasi lambatnya kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merealisasikan program kerja yang sudah direncanakan.

 

Anggota Banggar DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid dari Fraksi PKB, mengungkapkan bahwa kekuatan APBD Sumenep tahun 2025 sebesar Rp 2,6 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding APBD 2024 yang mencapai Rp 2,8 triliun. Namun, yang lebih memprihatinkan adalah serapan anggaran yang minim hingga memasuki semester kedua.

 

“Data per 6 Agustus 2025 menunjukkan realisasi anggaran baru Rp 1,1 triliun atau sekitar 44 persen. Padahal ini sudah memasuki bulan Agustus, artinya tinggal empat bulan lagi menuju akhir tahun,” ungkap Akhmadi, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Catat Peningkatan Indikator Mutu Pelayanan pada Semester I 2026

 

Menurutnya, pada periode ini seharusnya serapan anggaran sudah berada di atas 50 persen agar perputaran dana berjalan sesuai harapan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

“Ironisnya lagi, belanja modal yang justru menjadi motor penggerak ekonomi hanya terealisasi 17 persen dari total Rp 139 miliar. Hingga saat ini baru terealisasi Rp 24 miliar,” imbuhnya.

 

Belanja modal, kata Akhmadi, memiliki peran vital karena mendorong konsumsi dan berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

 

“Kalau belanja modal saja rendah, jelas ini menunjukkan ada perlambatan kinerja OPD. Padahal kita berharap program pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

 

Banggar meminta Bupati Sumenep agar menekan jajarannya bekerja lebih keras untuk memaksimalkan serapan APBD.

 

“Semakin tinggi realisasi anggaran, semakin cepat perputaran ekonomi di masyarakat. Ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan,” pungkas Akhmadi.

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru