SUMENEP, Newsline.id – Pemandangan tak sedap terlihat di sejumlah selokan di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Tumpukan sampah rumah tangga yang berserakan membuat aliran air tersumbat dan menimbulkan bau menyengat.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena selain merusak keindahan kota, juga dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit menular.
“Kalau dibiarkan, bukan hanya banjir yang datang, tapi juga penyakit seperti DBD,” ungkap Lia, salah satu tokoh warga setempat
Ia menilai permasalahan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat. Namun, lemahnya sosialisasi dari pihak terkait membuat warga tidak memiliki kesadaran penuh menjaga kebersihan lingkungan.
“Selama ini kami jarang sekali melihat ada edukasi atau kegiatan bersih-bersih bersama. Pemerintah harus lebih aktif mengajak warga,” tambahnya.
Minimnya fasilitas tempat sampah di area perkotaan juga memperburuk keadaan. Banyak warga akhirnya memilih membuang sampah sembarangan ke selokan karena tidak tersedia sarana memadai.
“Kalau tong sampahnya cukup, warga tidak akan buang sampah ke got. Ini harus dipikirkan,” ujarnya.
Selain ancaman kesehatan, tumpukan sampah juga mengganggu kualitas air tanah di sekitarnya. Air yang tercemar limbah rumah tangga bisa berdampak buruk jika digunakan untuk mandi atau mencuci.
Sementara itu, ketika dimintai konfirmasi terkait kondisi ini, Lurah Pajagalan enggan memberikan komentar dengan alasan sedang ada pertemuan.








