SUMENEP, Newsline.id — Tradisi tahunan Rokat Desa di Bluto kembali berlangsung khidmat dan meriah. Tahun ini, Pemerintah Desa Bluto mengemasnya dalam rangkaian acara “Bluto Bershalawat” yang mampu menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai dusun, Senin (17/11/2025).
Sejak sore hari, warga telah memadati area utama kegiatan. Lantunan selawat menggema bersamaan dengan iring-iringan tradisi rokat yang menjadi identitas masyarakat pesisir Sumenep. Perpaduan unsur budaya dan nuansa religius itu menjadikan acara terlihat lebih hidup dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Desa Bluto, Heni Susilowati, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga yang tidak pernah surut untuk menjaga tradisi leluhur dan nilai keislaman.
“Ini bukti kecintaan masyarakat Bluto terhadap kegiatan keagamaan dan adat. Alhamdulillah, semua berjalan tertib dan penuh keberkahan,” ucapnya.
Acara puncak diisi dengan ceramah agama oleh KH. Musleh Adnan dari Ponpes Nahdlatul Ta’miliyah Pamekasan. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan tradisi sebagai sarana memperkuat ikatan antarwarga dan mengokohkan iman di tengah tantangan zaman.
“Rokat Desa bukan sekadar ritual. Ia adalah bentuk syukur, bentuk ikhtiar masyarakat menjaga harmoni sosial serta menjauhkan diri dari fitnah dan perpecahan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, yang turut hadir, mengapresiasi konsistensi masyarakat Bluto dalam menggelar kegiatan bernuansa religius. Ia menyebut pelaksanaan rokat yang dipadukan dengan selawat sebagai contoh positif bagaimana budaya lokal bisa berjalan seiring dengan dakwah Islam.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tradisi, tetapi juga pendidikan moral bagi generasi muda. Pengajian adalah pondasi untuk membangun masyarakat berakidah kuat dan berakhlak baik,” ungkapnya.
Pengasuh Ponpes At-Taufiqiyah Aengbajaraja, yang ikut memberikan pandangan, menilai kegiatan keagamaan massal sangat efektif dalam menjaga masyarakat dari pengaruh paham-paham yang menyesatkan.
“Ketika warga rutin menghadiri majelis ilmu dan kegiatan kebaikan, mereka akan lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh ajaran negatif,” tegasnya.
Suasana semakin hangat ketika para jamaah bersama-sama mengumandangkan selawat sebelum acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Musleh Adnan. Warga yang hadir tampak khusyuk, sebagian lain terlihat terharu karena kembali bisa mengikuti tradisi yang menjadi identitas desa mereka.
Rokat Desa Bluto tahun ini juga dihadiri unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Bluto. Kehadiran berbagai elemen itu semakin menegaskan kuatnya persatuan masyarakat setempat.
Warga berharap, kegiatan yang telah menjadi ikon religius tahunan ini dapat terus dilestarikan dan menjadi ruang pemersatu untuk memperkuat ukhuwah serta membangun karakter masyarakat Bluto di masa depan.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








