Rehab Jembatan Dana Desa di Saseel Dipertanyakan, Warga Soroti Kualitas dan Transparansi

Friday, 2 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, proyek rehabilitasi jembatan di Dusun 2 Makasar menuai kritik warga lantaran kondisi fisik bangunan dinilai tidak mencerminkan besarnya anggaran yang digelontorkan dari Dana Desa.

Berdasarkan data yang beredar di masyarakat, proyek rehabilitasi jembatan tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp112.966.200. Namun, belum genap tiga bulan pascapekerjaan rampung, sejumlah bagian jembatan dilaporkan sudah mengalami kerusakan. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga terkait mutu material dan pelaksanaan teknis di lapangan.

Seorang warga setempat yang meninjau langsung lokasi jembatan mengaku heran dengan hasil pekerjaan tersebut. Ia menilai kayu yang digunakan tidak sepenuhnya material baru, bahkan sebagian terlihat seperti kayu bekas yang kembali dimanfaatkan.

Baca Juga  Diduga Ulah Oknum PPL di Gadu Timur, Citra BPS Sumenep Buruk Dan Jadi Ujian Integritas BPS Sumenep

“Baru direhab, tapi kayunya sudah patah lagi. Ada yang kelihatan seperti kayu lama dipakai ulang. Yang lebih aneh, prasasti proyek sampai sekarang juga tidak dipasang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/12/2025).

Ketiadaan prasasti proyek semakin memperkuat kecurigaan warga. Padahal, prasasti merupakan salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa, sekaligus penanda informasi publik mengenai jenis kegiatan, sumber anggaran, dan nilai proyek.

Tak berhenti di satu titik, masyarakat Desa Saseel juga mulai mempertanyakan realisasi pembangunan infrastruktur lainnya, baik yang bersumber dari Dana Desa maupun dari APBD pada tahun anggaran 2024–2025. Warga menilai perlu ada keterbukaan menyeluruh agar tidak muncul kecurigaan berulang setiap kali proyek selesai dikerjakan.

“Kami bukan menolak pembangunan, tapi ingin hasilnya sesuai dan jelas. Kalau kualitasnya seperti ini, wajar kalau masyarakat curiga,” ungkap warga lainnya.

Baca Juga  Pembangunan Tempat Inventaris RKK Panglima Sudirman Capai 80 Persen, Panitia Apresiasi Dukungan Masyarakat

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak pihak Kecamatan Sapeken, Inspektorat Kabupaten Sumenep, hingga aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan investigatif. Langkah ini dinilai penting agar penggunaan Dana Desa benar-benar tepat sasaran dan tidak sekadar memenuhi laporan administrasi.

Kasus rehabilitasi jembatan di Desa Saseel ini menambah deretan panjang dugaan persoalan pengelolaan Dana Desa di wilayah kepulauan Sumenep. Jika tidak segera ditangani secara serius, dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa akan terus menurun.

Hingga berita ini ditayangkan, Camat Sapeken maupun Kepala Desa Saseel belum memberikan tanggapan resmi terkait kualitas proyek rehabilitasi jembatan tersebut, termasuk hasil monitoring dan evaluasi pembangunan yang telah dilakukan pihak terkait.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru