SUMENEP, Newsline.id — Pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, proyek rehabilitasi jembatan di Dusun 2 Makasar menuai kritik warga lantaran kondisi fisik bangunan dinilai tidak mencerminkan besarnya anggaran yang digelontorkan dari Dana Desa.
Berdasarkan data yang beredar di masyarakat, proyek rehabilitasi jembatan tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp112.966.200. Namun, belum genap tiga bulan pascapekerjaan rampung, sejumlah bagian jembatan dilaporkan sudah mengalami kerusakan. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga terkait mutu material dan pelaksanaan teknis di lapangan.
Seorang warga setempat yang meninjau langsung lokasi jembatan mengaku heran dengan hasil pekerjaan tersebut. Ia menilai kayu yang digunakan tidak sepenuhnya material baru, bahkan sebagian terlihat seperti kayu bekas yang kembali dimanfaatkan.
“Baru direhab, tapi kayunya sudah patah lagi. Ada yang kelihatan seperti kayu lama dipakai ulang. Yang lebih aneh, prasasti proyek sampai sekarang juga tidak dipasang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/12/2025).
Ketiadaan prasasti proyek semakin memperkuat kecurigaan warga. Padahal, prasasti merupakan salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa, sekaligus penanda informasi publik mengenai jenis kegiatan, sumber anggaran, dan nilai proyek.
Tak berhenti di satu titik, masyarakat Desa Saseel juga mulai mempertanyakan realisasi pembangunan infrastruktur lainnya, baik yang bersumber dari Dana Desa maupun dari APBD pada tahun anggaran 2024–2025. Warga menilai perlu ada keterbukaan menyeluruh agar tidak muncul kecurigaan berulang setiap kali proyek selesai dikerjakan.
“Kami bukan menolak pembangunan, tapi ingin hasilnya sesuai dan jelas. Kalau kualitasnya seperti ini, wajar kalau masyarakat curiga,” ungkap warga lainnya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak pihak Kecamatan Sapeken, Inspektorat Kabupaten Sumenep, hingga aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan investigatif. Langkah ini dinilai penting agar penggunaan Dana Desa benar-benar tepat sasaran dan tidak sekadar memenuhi laporan administrasi.
Kasus rehabilitasi jembatan di Desa Saseel ini menambah deretan panjang dugaan persoalan pengelolaan Dana Desa di wilayah kepulauan Sumenep. Jika tidak segera ditangani secara serius, dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa akan terus menurun.
Hingga berita ini ditayangkan, Camat Sapeken maupun Kepala Desa Saseel belum memberikan tanggapan resmi terkait kualitas proyek rehabilitasi jembatan tersebut, termasuk hasil monitoring dan evaluasi pembangunan yang telah dilakukan pihak terkait.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








