Proyeksi Ekonomi Indonesia Direvisi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Narasi Berbasis Data

Saturday, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan

Foto: Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan

JAKARTA, Newsline.id — Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh Bank Dunia menjadi 4,7 persen menuai perhatian dari kalangan legislatif. Penyesuaian ini dinilai sebagai refleksi meningkatnya tekanan global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, menyatakan bahwa proyeksi tersebut tidak bisa dilihat secara parsial. Ia menekankan pentingnya membaca kondisi ekonomi Indonesia dengan pendekatan yang lebih komprehensif, terutama dengan mempertimbangkan karakteristik domestik yang kuat.

Menurut Eric, lembaga internasional seperti Bank Dunia cenderung menggunakan pendekatan berbasis agregat global. Hal ini, kata dia, berpotensi kurang mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini ditopang oleh konsumsi domestik.

“Struktur ekonomi kita berbeda. Konsumsi rumah tangga memiliki peran dominan dalam Produk Domestik Bruto, sehingga daya tahan terhadap guncangan eksternal relatif lebih baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4).

Ia menjelaskan, sejumlah indikator dalam negeri justru menunjukkan sinyal positif. Salah satunya adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 yang diperkirakan mampu menembus angka di atas 5,6 persen. Angka tersebut mencerminkan kuatnya permintaan domestik serta stabilitas sektor keuangan nasional.

Baca Juga  Anggota Baleg DPR Usul LMKN dan LMK Dibubarkan, Royalti Hak Cipta Diusulkan Jadi PNBP di Bawah Kemenparekraf

Selain itu, belanja pemerintah yang tetap terjaga dinilai menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan. Kombinasi faktor tersebut, lanjut Eric, menjadi bukti bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki fondasi yang kokoh di tengah tekanan global.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa revisi proyeksi dari Bank Dunia tetap memiliki dampak terhadap persepsi pasar. Menurutnya, penyesuaian tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor, terutama dalam melihat risiko ekonomi ke depan.

“Persepsi pasar itu sangat sensitif. Ketika ada revisi dari lembaga internasional, tentu akan berpengaruh terhadap sentimen investor,” katanya.

Untuk itu, Eric mendorong pemerintah agar memperkuat strategi komunikasi kebijakan ekonomi. Ia menilai, penyampaian informasi yang berbasis data dan transparan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.

Baca Juga  Legislator Jatim Abrari Ajak Insan Pers Sumenep Perkuat Persatuan di Bulan Ramadhan

“Pemerintah harus memastikan bahwa setiap narasi ekonomi didukung oleh data yang kuat dan indikator yang terukur. Ini penting untuk menjaga kredibilitas dan stabilitas makroekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa koordinasi antar lembaga juga harus diperkuat, terutama dalam merespons dinamika global yang semakin tidak menentu. Dengan langkah yang terukur, ia optimistis Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian global, sikap optimistis namun tetap waspada dinilai menjadi kunci. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada faktor eksternal, tetapi juga terus memperkuat sektor domestik sebagai penopang utama ekonomi nasional.

Dengan demikian, meskipun proyeksi pertumbuhan mengalami koreksi, peluang untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terbuka lebar, selama kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berbasis pada kekuatan fundamental dalam negeri.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru