Disdik Sumenep Bungkam Soal Bantuan APE Rp100 Juta, PAUD Aqidah Usyumuni Tak Pernah Rasakan Penyaluran

Tuesday, 30 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Dugaan kejanggalan dalam penyaluran dana hibah pendidikan kembali mengemuka. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aqidah Usyumuni di Desa Pandian, Kabupaten Sumenep, tercatat sebagai penerima Bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) tahun anggaran 2025 senilai Rp100 juta. Namun, pihak sekolah memastikan bantuan tersebut tak pernah mereka terima.

Kepala PAUD Aqidah Usyumuni menyatakan, hingga akhir 2025 tidak ada penyaluran barang maupun dana yang masuk ke lembaganya. Pernyataan itu disampaikan setelah pihak sekolah mengetahui namanya tercantum dalam data penerima bantuan.

“Tidak ada barang, tidak ada uang. Kami benar-benar tidak menerima bantuan APE apa pun,” ujarnya tegas.

Kondisi ini memantik tanda tanya publik. Pasalnya, nilai bantuan Rp100 juta tergolong besar untuk ukuran PAUD desa dan semestinya berdampak signifikan pada peningkatan mutu pembelajaran. Namun di lapangan, bantuan tersebut hanya tercatat di administrasi, tanpa jejak realisasi.

Baca Juga  Rayakan Ultah Megawati ke-79, DPC PDI Perjuangan Sumenep Berbagi Kebersamaan dengan Driver Ojol

Situasi makin janggal ketika upaya konfirmasi kepada pejabat terkait di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tidak membuahkan hasil. Kepala Bidang yang berwenang memilih tidak memberikan tanggapan saat dimintai klarifikasi pada 9 Desember 2025. Ketiadaan penjelasan resmi ini dinilai memperlebar ruang spekulasi.

Aktivis sumenep dedy, jika data penerima ada tetapi bantuan tidak sampai ke sasaran, maka perlu dilakukan penelusuran menyeluruh atas rantai penganggaran dan penyaluran.

“Transparansi adalah kunci. Tanpa itu, publik wajar mencurigai adanya penyimpangan,” ujarnya.

Kasus ini didesak untuk segera ditangani oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Sumenep. Audit komprehensif diperlukan, mulai dari dokumen perencanaan, mekanisme pencairan, hingga bukti serah terima bantuan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak dinas terkait. Publik menanti klarifikasi terbuka agar dana pendidikan yang seharusnya untuk kepentingan anak-anak tidak berhenti sebagai angka di atas kertas.

Baca Juga  Dapur SPPG Yayasan Al-Bukhori Murtajih Disorot, Diduga Tak Sesuai Juknis BGN dan Sarat Kepentingan Pribadi

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru