SUMENEP, Newsline.id — Keberadaan proyek Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur di Desa Aengmerah, Kecamatan Batuputih, kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp800 juta tersebut hingga kini tidak diketahui secara jelas di mana titik lokasi pekerjaannya.
Sejumlah warga Desa Aengmerah mengaku tidak pernah melihat papan informasi proyek maupun aktivitas pekerjaan fisik yang mencerminkan penggunaan anggaran sebesar itu. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terlebih dana tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur yang seharusnya transparan dan dapat diawasi publik.
“Kalau memang ada proyek BK Provinsi Rp800 juta, seharusnya jelas dikerjakan di mana. Ini aneh, warga tidak tahu, papan proyek tidak ada, pekerjaannya juga tidak terlihat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, proyek dengan nilai ratusan juta rupiah mustahil luput dari perhatian masyarakat desa. Apalagi jika benar direalisasikan untuk pembangunan infrastruktur atau fasilitas publik.
Namun hingga kini, informasi soal jenis pekerjaan, volume, serta lokasi proyek tersebut masih gelap.
Upaya konfirmasi kepada kepala Desa Aengmerah juga tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, kepala desa terkesan bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait keberadaan proyek BK Provinsi tersebut. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, tidak ada respons yang diberikan.
Sikap bungkam kepala desa justru semakin memperkuat kecurigaan warga. Mereka menilai, sebagai pejabat publik, kepala desa seharusnya terbuka dan menjelaskan secara rinci penggunaan anggaran, terlebih yang bersumber dari keuangan daerah.
“Kalau memang tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus diam? Ini uang negara, uang rakyat, bukan uang pribadi,” tegas warga lainnya.
Warga pun mendesak pemerintah kabupaten, inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Mereka meminta agar titik lokasi proyek BK Provinsi Rp800 juta tersebut dibuka secara terang-benderang kepada publik.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya audit menyeluruh terhadap realisasi anggaran BK Provinsi Jawa Timur di Desa Aengmerah, guna memastikan dana tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak berpotensi merugikan keuangan negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai kejelasan lokasi dan bentuk pekerjaan proyek BK Provinsi senilai Rp800 juta tersebut. Redaksi akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan demi keberimbangan informasi.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








