PR Campalok Perkasa Indah Diduga Jual Beli Pita Cukai, Bukan Produksi Rokok: Regulasi Diabaikan?

Monday, 25 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Dugaan praktik nakal kembali menyeruak di dunia industri rokok Madura. PT atau PR Campalok Perkasa Indah yang seharusnya beroperasi sebagai perusahaan rokok berizin, justru disinyalir tidak melakukan produksi sebagaimana mestinya. Sebaliknya, perusahaan ini diduga kuat memperjualbelikan pita cukai secara ilegal kepada pihak lain.

Padahal, berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, pita cukai hanya boleh digunakan sesuai peruntukannya, yakni dilekatkan pada produk hasil tembakau yang diproduksi oleh perusahaan pemegang izin resmi. Jika pita cukai diperdagangkan atau dialihkan tanpa proses produksi yang sah, maka hal tersebut sudah masuk ranah pelanggaran hukum serius.

“Kalau benar PR Campalok Perkasa Indah tidak produksi tapi hanya memperjualbelikan pita cukai, ini jelas pelanggaran berat. Negara dirugikan, masyarakat dibodohi, dan integritas perizinan industri hancur,” ujar aktivis Sumenep, Hasyim Khafani

Praktik seperti ini sejatinya bukan hal baru. Sejumlah pengusaha rokok diduga menggunakan jalur serupa untuk meraup keuntungan instan tanpa repot membangun pabrik, menyerap tenaga kerja, atau menjalankan tata kelola industri yang benar.

Baca Juga  Pembinaan DKPP dan Industri Rokok Lokal Dorong Kebangkitan Petani Tembakau

Di satu sisi, negara sudah memberikan fasilitas izin usaha dan kuota pita cukai. Namun, jika izin tersebut justru dipakai untuk praktik “jual beli kertas” tanpa produksi nyata, maka esensi keberadaan perusahaan rokok tersebut patut dipertanyakan.

“Ini bukan lagi soal moral bisnis, tapi soal kriminalitas. Perusahaan seperti ini hanya menjadi calo cukai. Mereka merusak pasar, merugikan negara, dan mengkhianati regulasi,” tegas Hasyim

Kritik keras kini mengarah pada pihak Bea Cukai. Masyarakat mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap PR Campalok Perkasa Indah. Jika dugaan ini benar, berarti ada kelengahan bahkan potensi pembiaran.

Sebab, dalam mekanisme pengawasan, Bea Cukai memiliki wewenang penuh untuk memastikan pita cukai yang keluar dari gudang benar-benar digunakan sesuai produksi. Namun kenyataan di lapangan, pita cukai seringkali ditemukan menempel pada rokok tanpa merk jelas, bahkan sebagian beredar tanpa produksi resmi.

“Kalau Bea Cukai serius, tinggal sidak dan audit. Lihat mesin produksinya, lihat tenaga kerjanya, lihat berapa batang rokok yang benar-benar diproduksi. Kalau nihil, berarti sudah jelas indikasi penyalahgunaan,” tambah aktivis tersebut.

Baca Juga  Dicurigai Ada Pencegatan, Belasan TNI Kawal Penggeledahan Kasus BSPS Sumenep

Fenomena ini menimbulkan dugaan adanya jaringan mafia cukai di balik layar. PR fiktif atau “pabrik rokok papan nama” hanya dijadikan kedok untuk mengantongi jatah pita cukai. Setelah itu, pita tersebut dijual ke pengusaha rokok ilegal yang tidak punya izin.

“Kalau praktik ini terus dibiarkan, ya jangan heran rokok ilegal makin merajalela. Karena bahan bakarnya justru berasal dari pita cukai resmi yang bocor dari dalam sistem,” ungkap Hasyim.

Publik kini menuntut transparansi pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai. Jika benar PR Campalok Perkasa Indah tidak memproduksi rokok, maka izin usahanya harus segera dicabut.

“Jangan ada tebang pilih. Kalau rakyat kecil kena razia rokok ilegal langsung dipajang di media. Tapi kalau perusahaan besar nakal, kok bisa diam-diam aman? Ini kan aneh,” Tutup Hasyim.

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru