SUMENEP, Newsline.id — Hamparan lahan tembakau di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, kembali menghadirkan optimisme bagi para petani. Di tengah dinamika industri tembakau yang terus berkembang, perhatian serius dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperkuat posisi petani di pasar.
Perubahan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Bertahun-tahun sebelumnya, petani tembakau lokal kerap menghadapi situasi yang kurang menguntungkan. Keterbatasan akses pasar membuat harga tembakau sering kali bergantung pada segelintir pembeli, sehingga petani memiliki ruang yang sangat terbatas untuk menentukan nilai jual hasil panennya sendiri.
Kondisi itu perlahan berubah seiring tumbuhnya industri rokok lokal di Kabupaten Sumenep. Kehadiran pabrikan lokal membuka lebih banyak jalur pemasaran bagi petani dan menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat. Dampaknya, harga tembakau tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh satu kekuatan pasar, melainkan mengikuti kualitas produk yang dihasilkan petani.
Di sisi lain, DKPP Sumenep terus mengintensifkan program pembinaan dan pendampingan kepada petani. Mulai dari peningkatan teknik budidaya, pengendalian mutu hasil panen, hingga edukasi penanganan pascapanen dilakukan guna menjaga kualitas tembakau Sumenep yang selama ini dikenal memiliki karakteristik khas dan bernilai tinggi di pasaran.
Faza, petani milenial asal Bragung, mengaku merasakan langsung perubahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kombinasi antara meningkatnya kualitas produksi dan terbukanya akses pasar telah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani.
“Dulu petani sering tidak memiliki banyak pilihan ketika menjual hasil panen. Sekarang situasinya berbeda. Dengan adanya pabrikan lokal dan pendampingan dari DKPP, kualitas tembakau semakin baik dan posisi tawar petani juga ikut meningkat,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitas pertanian, Kamis (18/06/2026)
Ia menambahkan, berbagai program edukasi yang diberikan pemerintah daerah turut membantu petani memahami pentingnya menjaga standar mutu tembakau, mulai dari proses budidaya hingga pengeringan.
“Petani muda sekarang lebih termotivasi untuk terus belajar dan berinovasi. Ketika kualitas tembakau meningkat, harga jual juga mengikuti. Itu yang membuat banyak generasi muda kembali melihat sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan,” katanya.
Perkembangan tersebut menjadi gambaran bagaimana sinergi antara pembinaan pemerintah dan tumbuhnya industri lokal dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih sehat. Bagi petani tembakau di Bragung, perubahan ini bukan sekadar soal harga yang lebih baik, tetapi juga tentang hadirnya harapan baru bahwa hasil kerja keras mereka kini mendapatkan nilai yang lebih layak.
Penulis : Moh. Fairuz Zamzami
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








