SUMENEP, Newsline.id – Polemik dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan tugas Petugas Pendata Lapangan (PPL) di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, kembali menjadi sorotan. Kali ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, didesak untuk memanggil dan meminta klarifikasi terhadap PPL berinisial RF yang disebut-sebut berkaitan dengan informasi mengenai pelaksanaan pendataan di lapangan.
Desakan tersebut muncul menyusul adanya perbedaan informasi antara hasil pemeriksaan internal BPS dengan keterangan yang dihimpun dari sejumlah sumber terkait kondisi di lapangan.
Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengumpulkan para petugas untuk memastikan pelaksanaan pendataan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami sudah melakukan sidak langsung dan para petugas dikumpulkan. Tidak terjadi masalah,” ujar Handoyo.
Penanggung jawab kegiatan, Arifin, juga menyampaikan bahwa hasil pengecekan internal tidak menemukan persoalan dalam pelaksanaan pendataan.
Namun, informasi berbeda masih berkembang di tengah masyarakat. Sejumlah sumber mengklaim adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan tugas oleh oknum PML maupun PPL di Desa Gadu Timur, termasuk nama PPL berinisial RF.
Atas kondisi tersebut, Kepala BPS Sumenep dinilai perlu melakukan klarifikasi secara langsung kepada RF maupun pihak-pihak lain yang mengetahui pelaksanaan pendataan di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting bukan hanya untuk memastikan kebenaran informasi, tetapi juga untuk menjaga kredibilitas dan integritas BPS sebagai lembaga penyelenggara statistik.
Publik juga menunggu langkah konkret BPS Kabupaten Sumenep dalam merespons persoalan tersebut. Terlebih, perbedaan informasi mengenai pelaksanaan pendataan berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap petugas di lapangan.
Newsline.id masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kepala BPS Sumenep, penanggung jawab kegiatan, PPL berinisial RF, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.
Penulis : Red
Editor : MTAB








