SITUBONDO, Newsline.id – Insiden mengejutkan terjadi di perairan Jangkar, Kabupaten Situbondo, ketika seorang penumpang kapal feri KMP Dharma Kartika dilaporkan terjun ke laut saat pelayaran menuju Pulau Raas, Kamis (26/3/2026).
Korban diketahui bernama Tohari, warga Dusun Darpa, Desa Karangnangka, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep. Ia diduga melompat dari atas kapal saat perjalanan baru berjalan beberapa mil dari Pelabuhan Jangkar.
Peristiwa tersebut pertama kali disadari oleh sejumlah penumpang dan kru kapal yang melihat langsung aksi korban. Kepanikan sempat terjadi di atas kapal sebelum kru segera mengambil langkah cepat sesuai prosedur keselamatan.
Kepala Cabang PT Dharma Dwipa Utama (DDU) Kalianget, Maman Surahman, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut korban diduga melakukan aksi tersebut secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
“Informasi awal dari penumpang dan ABK menyebutkan korban meloncat saat kapal sudah meninggalkan pelabuhan sekitar tiga mil,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Untuk memastikan kejadian tersebut, pihak kapal langsung melakukan pengecekan melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di atas kapal. Dari hasil penelusuran, terlihat jelas momen korban melompat ke laut.
“Kami cocokkan dengan data penumpang. Ada satu penumpang yang merasa kehilangan rekannya, dan setelah dicek memang benar orang tersebut yang terlihat di CCTV,” jelasnya
Diketahui, sebelum kejadian, korban berada di kapal bersama seorang rekannya dengan menggunakan sepeda motor. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti alasan di balik tindakan nekat tersebut
Pihak pengelola kapal menduga adanya faktor psikologis yang memengaruhi korban, meski hal tersebut masih dalam tahap dugaan dan belum dapat dipastikan secara resmi.
Begitu kejadian terkonfirmasi, kru kapal langsung menghentikan mesin dan memutar arah untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi korban jatuh. Upaya penyisiran dilakukan selama kurang lebih satu jam, namun belum membuahkan hasil.
“Prosedur langsung kami jalankan, kapal dihentikan dan dilakukan pencarian di titik lokasi. Tapi dalam waktu satu jam korban belum ditemukan,” ungkap Maman.
Setelah pencarian awal tidak membuahkan hasil, pihak kapal segera melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas pelabuhan setempat untuk ditindaklanjuti.
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke instansi terkait, termasuk tim SAR, untuk melakukan pencarian lanjutan. Sementara kapal diarahkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Raas.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari KSOP Panarukan, TNI AL, Polairud, serta Basarnas bersama nelayan setempat masih terus melakukan penyisiran di perairan Jangkar.
Area pencarian diperluas dengan mempertimbangkan arah arus laut dan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi posisi korban.
Seorang nelayan setempat yang ikut dalam pencarian menyebut bahwa kondisi perairan cukup menantang, sehingga proses pencarian membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra.
“Arus di sekitar sini cukup kuat, jadi kemungkinan korban bisa terbawa cukup jauh dari titik awal,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, terutama terkait aspek keselamatan dan pengawasan penumpang selama pelayaran.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya deteksi dini terhadap kondisi psikologis penumpang, guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pihak keluarga korban juga dikabarkan telah dihubungi dan tengah menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses pencarian tersebut.
Penulis : T2
Editor : MTAB








