PAMEKASAN, Newsline.id – Polemik peredaran rokok ilegal merek GP Clasic Bold di Kabupaten Pamekasan memasuki babak baru. Setelah maraknya temuan peredaran di tingkat warung dan kios, kini muncul informasi mengejutkan terkait siapa sosok di balik produksi rokok tanpa pita cukai tersebut.
Berdasarkan keterangan sejumlah sumber terpercaya, pemilik usaha rokok ilegal GP Clasic Bold diduga kuat adalah seorang warga bernama Ahmad , asal Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.
Informasi tersebut diperkuat dengan kabar bahwa Ahmad memiliki dua unit mesin produksi rokok yang beroperasi secara aktif di wilayah setempat. Mesin-mesin itu disebut mampu memproduksi ribuan batang rokok per hari, yang kemudian diedarkan ke berbagai wilayah di Pamekasan bahkan ke luar daerah.
“Informasi yang kami terima, pemiliknya bernama Ahmad dari Angsanah, Palengaan. Dia punya dua mesin produksi, dan itu jelas bukan kapasitas kecil,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (15/9/2025).
Sumber lain juga mengungkapkan bahwa aktivitas produksi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum maupun Bea Cukai Madura. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran atau bahkan permainan tertentu di balik lancarnya operasional rokok ilegal tersebut.
“Kalau masyarakat biasa sudah tahu siapa pemiliknya, masa Bea Cukai tidak tahu? Ini yang jadi pertanyaan besar,” tegas seorang aktivis mahasiswa Pamekasan.
Ia menambahkan, keberadaan dua mesin produksi tersebut menandakan bahwa bisnis rokok ilegal GP Clasic Bold dikelola secara serius dan terorganisir, bukan sekadar usaha kecil-kecilan.
“Kalau dua mesin, itu skalanya industri. Negara bisa dirugikan miliaran rupiah hanya dari satu pemilik saja,” imbuhnya.
Sejauh ini, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi meski konfirmasi terus dilayangkan. Publik mendesak agar aparat penegak hukum segera menindak tegas, bukan hanya pedagang kecil yang menjual rokok ilegal, melainkan juga pemilik mesin dan jaringan distribusi yang ada di baliknya.
Jika benar Ahmad adalah aktor utama di balik peredaran GP Clasic Bold, maka kasus ini dipastikan akan menjadi sorotan nasional karena memperlihatkan lemahnya pengawasan cukai di Madura.








