Diduga Sajikan Makanan Basi, Satgas MBG dan BGN Diminta Segera Tindak Dapur Yayasan Al-Bukhori Murtajih

Thursday, 7 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Polemik dugaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Al-Bukhori Murtajih kian memanas. Setelah muncul keluhan dari sejumlah sekolah dan wali murid terkait nasi yang diduga sudah basi meski diantar pada pagi hari, kini publik mendesak agar Satuan Tugas (Satgas) MBG serta Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun tangan melakukan tindakan tegas terhadap dapur penyedia makanan tersebut.

Desakan itu muncul lantaran persoalan makanan basi dinilai bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan menyangkut keselamatan dan kesehatan para siswa penerima program MBG.

Sejumlah pihak menilai, jika benar makanan yang dibagikan sudah tidak layak konsumsi, maka terdapat persoalan serius dalam proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan dari dapur penyedia.

“Satgas MBG dan BGN tidak boleh tinggal diam. Ini menyangkut anak-anak sekolah. Kalau nasi sudah bau dan basi sejak pagi, itu menandakan ada sistem yang tidak beres di dapur,” ujar salah satu aktivis di Pamekasan.

Menurutnya, program MBG merupakan program strategis nasional yang seharusnya dijalankan dengan standar ketat, mulai dari kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga mekanisme distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Baca Juga  SPPG Pangorayan Terancam Ditutup, Satgas MBG Temukan Sejumlah Persoalan Saat Sidak

Ia meminta agar Satgas MBG bersama BGN segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Yayasan Al-Bukhori Murtajih guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Harus ada audit total. Jangan sampai program bagus justru menciptakan keresahan karena kualitas makanan yang buruk,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah sekolah mengeluhkan menu MBG yang diterima siswa dalam kondisi tidak layak konsumsi. Bahkan beberapa siswa disebut memilih tidak memakan nasi yang dibagikan karena mencium bau tidak sedap.

“Nasinya sudah bau seperti basi padahal baru datang pagi,” ungkap salah satu pihak sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para wali murid terhadap dampak kesehatan yang bisa dialami siswa apabila makanan tetap dikonsumsi.

Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan pengawasan terhadap dapur penyedia MBG, terlebih program tersebut menggunakan anggaran besar dan ditujukan untuk menunjang tumbuh kembang anak-anak sekolah.

Hingga saat ini, pihak pengelola dapur Yayasan Al-Bukhori Murtajih masih belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum mendapatkan respons dari kepala dapur maupun pihak yayasan secara kelembagaan.

Baca Juga  Langgar Aturan Daerah, Teman Djuang Cafe di Pamekasan Ditutup Usai Gelar Acara DJ

Sikap bungkam tersebut justru menambah kecurigaan publik terhadap kualitas pengelolaan dapur MBG yang selama ini berjalan.

Masyarakat berharap BGN dan Satgas MBG tidak hanya melakukan evaluasi administratif, namun juga memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran standar keamanan pangan.

“Kalau memang terbukti makanan tidak layak konsumsi, dapur itu harus dihentikan sementara sampai ada perbaikan total. Jangan jadikan anak sekolah sebagai korban,” ujar warga lainnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius publik di Pamekasan. Banyak pihak menilai pemerintah daerah tidak boleh melakukan pembiaran, mengingat program MBG membawa nama negara dan menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional.

Kini masyarakat menunggu langkah konkret dari Satgas MBG dan Badan Gizi Nasional untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa benar-benar aman, sehat, dan sesuai standar kelayakan konsumsi.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru