Pembangunan Jalan Aspal Rp300 Juta di Kali Mook Diduga Menyalahi RAB

Saturday, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Proyek pembangunan jalan aspal di Desa Kali Mook, Kabupaten Sumenep, yang menggunakan anggaran Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur tahun 2025 sebesar Rp300 juta, kini disorot. Pasalnya, pekerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Sejumlah warga Desa Kali Mook mengaku kecewa dengan kualitas pembangunan jalan yang baru selesai dikerjakan. Menurut mereka, ketebalan aspal yang digunakan tampak tipis dan terkesan asal-asalan.

“Kalau lihat jalan yang dikerjakan, jelas tidak sesuai dengan anggaran Rp300 juta. Aspalnya tipis, mudah terkelupas, dan kualitasnya buruk. Kami khawatir jalan ini tidak akan bertahan lama,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya, Jumat (12/09/2025).

Baca Juga  Hosnan Tegaskan Penolakan Pilkada Lewat DPRD: Demokrasi Jangan Ditarik Mundur

Informasi serupa juga beredar di kalangan masyarakat. Mereka menilai proyek jalan tersebut seharusnya bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik jika sesuai dengan RAB. Dugaan adanya penyimpangan semakin kuat karena tidak ada papan informasi proyek yang dipasang di lokasi pekerjaan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kali Mook tidak memberikan keterangan terkait tudingan pembangunan jalan yang tidak sesuai spesifikasi. Beberapa kali dihubungi, sang kades memilih bungkam dan tidak merespons pertanyaan wartawan.

“Tidak ada jawaban sama sekali dari kepala desa. Padahal kami ingin tahu detail anggaran, panjang jalan, hingga spesifikasi pekerjaan,” kata seorang jurnalis yang mencoba meminta klarifikasi.

Sikap tertutup pemerintah desa memicu kecurigaan publik bahwa ada permainan dalam penggunaan dana BK Provinsi tersebut. Apalagi, proyek senilai ratusan juta rupiah ini seharusnya transparan dan dipublikasikan agar masyarakat bisa ikut mengawasi.

Baca Juga  Marwah DPRD Sumenep Dipertaruhkan di Tengah Gaduh Seleksi Sekda, Komisi 1 ke BKN Jadi Sorotan

Hingga berita ini diturunkan, pihak pendamping maupun konsultan teknis proyek juga belum dapat dimintai keterangan. Sementara itu, sejumlah warga mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit teknis dan keuangan untuk memastikan apakah proyek jalan aspal di Desa Kali Mook benar-benar sesuai RAB atau justru menyalahi aturan.

Proyek pembangunan jalan Desa Kali Mook dengan nilai Rp300 juta dari BK Provinsi Jawa Timur tahun 2025 kini menjadi sorotan. Publik menunggu langkah nyata dari pihak berwenang untuk menelusuri dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru