DRT The Big Family Rilis Dua SKT Baru di Arena Kerapan Sapi, Perkuat Identitas Kretek Madura

Wednesday, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Industri rokok kretek tangan (SKT) di Pulau Madura kembali menunjukkan daya hidupnya. Kali ini datang dari DRT The Big Family yang memperkenalkan dua produk terbaru dalam sebuah peluncuran yang digelar di tengah perhelatan budaya Kerapan Sapi di Kabupaten Sumenep, Minggu (12/4/2026).

Langkah ini dinilai bukan sekadar memperkenalkan produk baru ke pasar, melainkan bagian dari strategi memperkuat posisi kretek lokal di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Dua varian yang diluncurkan, yakni DRT Exclusive dan DRT Apel, menyasar segmen pasar yang berbeda. DRT Exclusive hadir dengan cita rasa khas kretek tradisional yang kuat, mempertahankan karakter tembakau yang pekat dan autentik. Produk ini diyakini akan menarik minat para penikmat kretek klasik yang mengutamakan rasa orisinal.

Sementara itu, DRT Apel menjadi varian yang menawarkan pendekatan berbeda. Dengan sentuhan aroma buah yang segar, produk ini mencoba menjangkau konsumen yang menginginkan sensasi baru tanpa sepenuhnya meninggalkan ciri khas kretek.

Baca Juga  Demo Anti Mafia BBM Batal, Pemuda Demokrasi Diduga Masuk Angin dan Melempem

Perwakilan DRT The Big Family dalam keterangannya menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan respons terhadap perubahan selera pasar, terutama di kalangan konsumen muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kretek Madura bisa tetap eksis dan berkembang. Inovasi itu penting, tapi kami tidak meninggalkan identitas dasar kretek itu sendiri,” ujarnya.

Pemilihan lokasi peluncuran di arena Kerapan Sapi juga bukan tanpa alasan. Selain menjadi ikon budaya Madura, keramaian acara tersebut dinilai mampu menghadirkan kedekatan emosional antara produk dengan masyarakat.

Suasana riuh penonton, sorak-sorai di lintasan pacuan, serta antusiasme warga menjadi latar yang memperkuat pesan bahwa produk lokal memiliki akar budaya yang kuat.

Dari sisi harga, kedua varian tersebut dipasarkan dengan kisaran Rp10.000 per bungkus isi 12 batang. Harga ini dinilai cukup kompetitif dan menyesuaikan dengan daya beli masyarakat, khususnya di wilayah Madura.

Baca Juga  BKK Rp100 Juta di Batuputih Kenek Disorot, Realisasi Hanya untuk Perlengkapan Balai Desa

Pengamat ekonomi lokal menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi keberlangsungan industri kretek daerah. Inovasi produk yang tetap berpijak pada nilai tradisi dianggap mampu menjadi kekuatan tersendiri di tengah tekanan industri rokok nasional.

Selain itu, keberanian pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi pekerja linting rokok yang menjadi tulang punggung produksi SKT.

Peluncuran ini sekaligus menegaskan bahwa modernisasi dalam industri tidak selalu harus mengorbankan tradisi. Justru dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari strategi, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Di tengah arus perubahan pasar, DRT The Big Family mencoba membuktikan bahwa kretek Madura tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru