SUMENEP, Newsline.id — Industri rokok kretek tangan (SKT) di Pulau Madura kembali menunjukkan daya hidupnya. Kali ini datang dari DRT The Big Family yang memperkenalkan dua produk terbaru dalam sebuah peluncuran yang digelar di tengah perhelatan budaya Kerapan Sapi di Kabupaten Sumenep, Minggu (12/4/2026).
Langkah ini dinilai bukan sekadar memperkenalkan produk baru ke pasar, melainkan bagian dari strategi memperkuat posisi kretek lokal di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Dua varian yang diluncurkan, yakni DRT Exclusive dan DRT Apel, menyasar segmen pasar yang berbeda. DRT Exclusive hadir dengan cita rasa khas kretek tradisional yang kuat, mempertahankan karakter tembakau yang pekat dan autentik. Produk ini diyakini akan menarik minat para penikmat kretek klasik yang mengutamakan rasa orisinal.
Sementara itu, DRT Apel menjadi varian yang menawarkan pendekatan berbeda. Dengan sentuhan aroma buah yang segar, produk ini mencoba menjangkau konsumen yang menginginkan sensasi baru tanpa sepenuhnya meninggalkan ciri khas kretek.
Perwakilan DRT The Big Family dalam keterangannya menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan respons terhadap perubahan selera pasar, terutama di kalangan konsumen muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kretek Madura bisa tetap eksis dan berkembang. Inovasi itu penting, tapi kami tidak meninggalkan identitas dasar kretek itu sendiri,” ujarnya.
Pemilihan lokasi peluncuran di arena Kerapan Sapi juga bukan tanpa alasan. Selain menjadi ikon budaya Madura, keramaian acara tersebut dinilai mampu menghadirkan kedekatan emosional antara produk dengan masyarakat.
Suasana riuh penonton, sorak-sorai di lintasan pacuan, serta antusiasme warga menjadi latar yang memperkuat pesan bahwa produk lokal memiliki akar budaya yang kuat.
Dari sisi harga, kedua varian tersebut dipasarkan dengan kisaran Rp10.000 per bungkus isi 12 batang. Harga ini dinilai cukup kompetitif dan menyesuaikan dengan daya beli masyarakat, khususnya di wilayah Madura.
Pengamat ekonomi lokal menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi keberlangsungan industri kretek daerah. Inovasi produk yang tetap berpijak pada nilai tradisi dianggap mampu menjadi kekuatan tersendiri di tengah tekanan industri rokok nasional.
Selain itu, keberanian pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi pekerja linting rokok yang menjadi tulang punggung produksi SKT.
Peluncuran ini sekaligus menegaskan bahwa modernisasi dalam industri tidak selalu harus mengorbankan tradisi. Justru dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari strategi, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.
Di tengah arus perubahan pasar, DRT The Big Family mencoba membuktikan bahwa kretek Madura tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Penulis : T2
Editor : MTAB








