SUMENEP, Newsline.id — Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, terhenti dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah pekerja proyek memilih mogok kerja lantaran mengaku belum menerima upah selama enam hari.
Koperasi Desa Merah Putih merupakan program nasional yang bertujuan membentuk koperasi di setiap desa dan kelurahan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui prinsip gotong royong.
Salah seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, dirinya bersama pekerja lain memutuskan berhenti bekerja karena upah belum dibayarkan oleh pihak pelaksana.
“Sudah enam hari kami belum menerima upah. Karena itu kami berhenti bekerja mulai hari Minggu, tanggal 4 Januari,” ujar pekerja tersebut, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pembangunan gedung koperasi tampak berhenti total. Tidak terlihat pekerja maupun kegiatan konstruksi di lokasi proyek. Seorang warga setempat menyebutkan bahwa proyek tersebut sudah tidak dikerjakan selama sekitar empat hari terakhir.
“Sudah empat hari ini tidak ada aktivitas pekerjaan,” kata warga yang ditemui di sekitar lokasi pembangunan.
Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh Babinsa Desa Nyabakan Timur yang bertugas sebagai pengawas lapangan. Ia menyebutkan bahwa terhentinya pekerjaan disebabkan oleh keterlambatan material bangunan.
“Itu sudah saya koordinasikan. Alasannya karena material belum datang,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi mengenai informasi mogok kerja akibat upah yang belum dibayarkan, Babinsa mengaku tidak menerima laporan terkait hal tersebut.
“Tidak ada penyampaian ke saya. Informasinya cuma material yang belum datang,” tambahnya.
Terhentinya pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Pasalnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi penopang kegiatan ekonomi warga desa sekaligus pusat aktivitas koperasi ke depan.
Warga berharap pihak-pihak terkait, baik pengelola proyek maupun pemerintah desa, segera menyelesaikan persoalan yang ada agar pembangunan dapat kembali dilanjutkan.
Mereka menilai percepatan penyelesaian proyek penting agar manfaat Program Koperasi Desa Merah Putih bisa segera dirasakan oleh masyarakat Desa Nyabakan Timur.
Penulis : Fwd
Editor : R IE Q








