Pangdam V/Brawijaya Tinjau EduFarming di Matanair Sumenep, Dorong Edukasi Peternakan Berbasis Desa

Monday, 9 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Rudy Saladin, melakukan kunjungan ke lokasi EduFarming yang digagas oleh Fauzi di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Minggu (8/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengembangan konsep pembelajaran peternakan berbasis masyarakat yang dikembangkan di desa tersebut.

Dalam kesempatan itu, Pangdam meninjau sejumlah fasilitas yang digunakan sebagai sarana edukasi peternakan. Area EduFarming tersebut dirancang sebagai pusat pembelajaran yang memadukan teori dan praktik langsung di lapangan, sehingga masyarakat dapat memahami proses peternakan secara menyeluruh.

Menurut Pangdam, program seperti EduFarming merupakan inovasi yang patut diapresiasi karena tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai potensi ekonomi di sektor peternakan.

“Program ini sangat baik karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar langsung tentang peternakan. Dengan pendekatan seperti ini, masyarakat dapat memahami cara mengelola usaha ternak secara lebih profesional,” ujar Rudy Saladin di sela-sela kunjungannya.

Ia menilai penguatan sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, berbagai inisiatif berbasis masyarakat seperti EduFarming dinilai mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di tingkat desa.

Baca Juga  Korkab BSPS Ditahan, Siapa Dalang Sebenarnya di Balik Korupsi BSPS Sumenep?

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan praktis menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

“Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan, maka mereka bisa mengembangkan usaha peternakan secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, penggagas EduFarming, Fauzi, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Pangdam V/Brawijaya yang dinilainya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan program pembelajaran peternakan di desa.

Menurut Fauzi, EduFarming di Desa Matanair dirancang tidak sekadar menjadi lokasi budidaya ternak, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat.

“Kami ingin tempat ini menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja yang ingin memahami peternakan secara lebih serius, mulai dari teknik budidaya hingga pengelolaan usaha,” kata Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa konsep EduFarming dibangun dengan pendekatan edukasi praktis. Para peserta dapat mempelajari berbagai metode beternak yang lebih efisien, sekaligus memahami bagaimana mengelola usaha ternak secara berkelanjutan.

Selain itu, EduFarming juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda agar lebih tertarik pada sektor peternakan.

Menurut Fauzi, selama ini banyak anak muda yang menganggap peternakan sebagai pekerjaan tradisional yang kurang menjanjikan. Padahal, jika dikelola dengan pendekatan modern dan berbasis manajemen usaha, sektor tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Baca Juga  Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep

“Kami ingin menunjukkan bahwa peternakan bisa menjadi peluang usaha yang modern dan menjanjikan bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan EduFarming di Desa Matanair dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pusat pembelajaran berbasis potensi lokal.

Fauzi juga menekankan bahwa kemandirian pangan harus dimulai dari desa. Dengan adanya fasilitas pembelajaran seperti EduFarming, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha peternakan secara lebih terarah.

“Kami percaya bahwa desa memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan. Jika masyarakat memiliki akses belajar yang baik, maka usaha peternakan bisa berkembang lebih cepat,” kata dia.

Kunjungan Pangdam V/Brawijaya tersebut sekaligus memperlihatkan adanya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan di daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, EduFarming di Desa Matanair dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pembelajaran peternakan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di Kabupaten Sumenep.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Budaya Keselamatan Pasien Lewat Gebyar 3M
GMNI Sumenep Bongkar Temuan di Desa Meddelan, DPMD Didesak Buka SPJ BUMDes
Kadis PUTR Sumenep Kembali Bungkam, Dua Paket Meubelair Polres Senilai Rp462 Juta Jadi Sorotan
Tata Kelola Akademik UNIBA Kembali Disorot, Dokumen Administrasi Mahasiswa 2020 Disebut Hilang
Dandim 0827/Sumenep Pastikan Program RTLH Berjalan Optimal, Empat Rumah Warga Jadi Sasaran Renovasi
Sinkronisasi Program PPM 2026, Medco Energi dan Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi Pembangunan Masyarakat
Ahsanul Qosasi Perlu Tahu? Polemik Ijazah Belum Usai, Dugaan Diskriminasi Oleh Rektor Terhadap Mahasiswa Disorot
DR. IMAM HIDAYAT, S.H., M.H., KETUA UMUM DPN PERADI: APAPUN PUTUSAN HUKUM TIDAK BERPENGARUH PADA PERADI YANG KAMI PIMPIN
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 7 June 2026 - 00:58

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Budaya Keselamatan Pasien Lewat Gebyar 3M

Friday, 5 June 2026 - 20:29

GMNI Sumenep Bongkar Temuan di Desa Meddelan, DPMD Didesak Buka SPJ BUMDes

Friday, 5 June 2026 - 17:48

Kadis PUTR Sumenep Kembali Bungkam, Dua Paket Meubelair Polres Senilai Rp462 Juta Jadi Sorotan

Friday, 5 June 2026 - 17:29

Tata Kelola Akademik UNIBA Kembali Disorot, Dokumen Administrasi Mahasiswa 2020 Disebut Hilang

Friday, 5 June 2026 - 17:17

Dandim 0827/Sumenep Pastikan Program RTLH Berjalan Optimal, Empat Rumah Warga Jadi Sasaran Renovasi

Berita Terbaru