Pabrik Rokok Magfiroh Jaya, Harapan Baru Petani Tembakau di Guluk Manjung Sumenep

Monday, 28 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Para Pekerja di PR Maghfiroh Jaya

Foto: Para Pekerja di PR Maghfiroh Jaya

SUMENEP, Newsline.id – Hadirnya Pabrik Rokok Magfiroh Jaya di Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi secercah harapan baru bagi para petani tembakau lokal. Pabrik ini dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas, sekaligus memberi harga yang lebih layak dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan rokok skala besar.

 

“Hasil pantauan saya, keberadaan Pabrik Rokok Magfiroh Jaya ini sangat membantu petani dan masyarakat Desa Guluk Manjung,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (28/7/2025).

 

Pabrik rokok lokal seperti Magfiroh Jaya dinilai memiliki fleksibilitas dalam menerima tembakau, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini membuka peluang bagi petani kecil untuk turut menjual hasil panennya tanpa harus melalui proses yang berbelit.

 

Senada dengan itu, Abil, seorang tokoh pemuda sekaligus pengusaha muda di Kecamatan Bluto, menyoroti realitas pahit yang dihadapi petani selama ini ketika harus berhadapan dengan pabrik-pabrik besar.

 

“Kalau kita lihat bersama, pabrik-pabrik rokok besar itu cenderung kurang memihak kepada petani tembakau. Mereka membeli tembakau dengan harga murah, tapi menjual produk rokoknya semahal-mahalnya,” ungkap Abil.

Baca Juga  PR Bahagia Gelar Doa Syukur dan Beri Hadiah Umrah untuk Petani dan Bandul Tembakau

 

Menurutnya, praktik tersebut tidak mencerminkan keadilan sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila. “Ini jelas menyalahi konsep keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

 

Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir munculnya rokok-rokok lokal seperti Magfiroh Jaya telah membawa perubahan signifikan di lapangan. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga pola distribusi hasil pertanian.

 

“Pabrik rokok lokal membeli tembakau petani dengan harga yang lebih layak. Produk rokok mereka juga dijual dengan harga yang wajar di pasaran,” lanjut Abil.

 

Dengan strategi tersebut, rokok lokal dinilai mampu menyerap lebih banyak hasil panen tembakau rajang dari para petani. Hal ini secara tidak langsung memengaruhi pasar rokok nasional dan memaksa pabrik besar untuk menyesuaikan harga.

 

“Persaingan seperti ini penting. Artinya, rokok lokal mendorong keseimbangan pasar dan memberi ruang lebih adil bagi petani,” jelasnya.

 

Abil juga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait memberikan perhatian dan dukungan terhadap pertumbuhan industri rokok lokal.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Tekankan Peran Guru sebagai Agen Transformasi Pendidikan Digital

 

“Keberadaan pabrik-pabrik rokok lokal ini jangan dimatikan, tapi justru harus didukung. Karena mereka telah berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani tembakau,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah bisa diwujudkan melalui kebijakan perlindungan pasar lokal, kemudahan perizinan, hingga pendampingan usaha.

 

“Kalau rokok lokal bisa bertahan dan berkembang, maka akan tercipta iklim usaha yang sehat. Persaingan jadi lebih fair, dan kualitas produk akan ikut meningkat,” imbuh Abil, yang dikenal sebagai salah satu pentolan komunitas usaha muda di Bluto.

 

Menurutnya, dengan ekosistem seperti itu, harga tembakau akan lebih stabil dan tidak mudah dipermainkan oleh segelintir perusahaan besar.

 

“Petani selama ini hanya dijadikan objek, bukan subjek. Tapi dengan rokok lokal, mereka punya posisi tawar,” tegasnya.

 

Pabrik Rokok Magfiroh Jaya sendiri diketahui masih beroperasi secara mandiri dengan mengandalkan tenaga kerja lokal dari Desa Guluk Manjung dan sekitarnya. Selain berdampak pada penyerapan hasil panen, pabrik ini juga berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran di tingkat desa.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru