P3-TGAI Desa Murtajih Jadi Sorotan, Pekerjaan Dinilai Kurang Transparan dan Sisakan Sejumlah Pertanyaan

Friday, 31 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, menjadi perhatian publik setelah ditemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat evaluasi. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu diduga belum memenuhi aspek transparansi serta memunculkan pertanyaan terkait pelaksanaan di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi pada Kamis (30/7/2026), pekerjaan saluran irigasi berlangsung tanpa terlihat adanya papan informasi proyek. Padahal, keberadaan papan tersebut penting sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai identitas kegiatan, sumber anggaran, nilai proyek, volume pekerjaan, hingga waktu pelaksanaan.

Ketiadaan papan informasi membuat warga kesulitan memperoleh informasi dasar mengenai proyek yang tengah dikerjakan. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip transparansi dalam penggunaan dana publik.

Selain itu, pada salah satu titik pekerjaan ditemukan pasangan batu pondasi yang dibangun mengelilingi pohon jati yang masih berdiri tepat di jalur konstruksi. Pohon tersebut tidak dipindahkan maupun ditebang, sehingga jalur pondasi mengikuti bentuk batang pohon.

Baca Juga  Raih Emas untuk Daerah, Bonus Rp25 Juta Tak Kunjung Cair: Di Mana Komitmen Pemkab dan KONI Pamekasan?

Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan pada masa mendatang. Pertumbuhan akar pohon dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan struktur pasangan batu sehingga berisiko menyebabkan keretakan atau kerusakan pada saluran irigasi.

Tak hanya itu, media juga memperoleh informasi dari sejumlah sumber yang menyebutkan pekerjaan diduga diserahkan kepada tukang atau pihak tertentu. Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pengurus Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) selaku pelaksana kegiatan.

Apabila informasi tersebut benar, maka hal itu perlu mendapat perhatian serius. Sebab, program P3-TGAI pada dasarnya dirancang sebagai kegiatan padat karya berbasis pemberdayaan masyarakat yang pelaksanaannya harus mengacu pada petunjuk teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga  BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Sejumlah temuan di lapangan juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Asisten Tenaga Ahli, maupun Tenaga Ahli dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Pengawasan diharapkan mampu memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis sejak awal pelaksanaan.

Masyarakat berharap BBWS Brantas segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap proyek tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang berlaku serta mencegah potensi kerugian negara apabila ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi masih dilakukan kepada Ketua HIPPA Desa Murtajih, pelaksana kegiatan, Tim Pendamping Masyarakat, Tenaga Ahli P3-TGAI, serta pihak BBWS Brantas guna memperoleh penjelasan terkait tidak adanya papan informasi proyek, keberadaan pohon jati di jalur pondasi, serta informasi mengenai dugaan pelaksanaan pekerjaan yang diborongkan kepada pihak lain.

Penulis : Rohim

Editor : MTAB

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru