Mafia Solar Diduga Kembali Beraksi di Sumenep, Pick Up dan Truk Bermuatan Ratusan Jerigen Terpantau di Pelabuhan Bintaro

Monday, 2 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Aktivitas mencurigakan tersebut terpantau oleh awak media di kawasan Pelabuhan Bintaro, yang diduga menjadi lokasi pemindahan solar subsidi secara ilegal menuju jalur distribusi laut.

Dalam temuan di lapangan, tidak hanya satu truk bermuatan solar yang terlihat memasuki area pelabuhan, tetapi juga sebuah mobil pick up yang mengangkut ratusan jerigen berisi solar. BBM tersebut diduga hendak dipindahkan ke perahu untuk selanjutnya dikirim ke wilayah kepulauan.

Aktivitas bongkar muat berlangsung saat situasi pelabuhan relatif sepi. Sejumlah jerigen berukuran besar tampak disusun rapat di bak kendaraan sebelum dipindahkan satu per satu ke kapal yang telah bersandar di dermaga.

Informasi yang dihimpun media menyebutkan, solar tersebut diduga milik seseorang berinisial B, yang disebut-sebut telah lama beroperasi dalam jaringan distribusi BBM ilegal. Namun identitas lengkap yang bersangkutan masih membutuhkan pendalaman aparat penegak hukum.

Seorang warga sekitar pelabuhan yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan aktivitas pengangkutan jerigen solar bukan kejadian baru.

“Sering ada pick up sama truk masuk bawa jerigen banyak sekali. Biasanya langsung dipindah ke perahu. Sudah lama terjadi,” ujarnya.

Munculnya aktivitas pemuatan solar dalam jumlah besar di pelabuhan turut memunculkan pertanyaan publik terhadap fungsi pengawasan otoritas pelabuhan, khususnya pihak syahbandar.

Baca Juga  Pembangunan KDMP di Tanah Pribadi Kades Kebun Dadap Timur Disorot, Publik Pertanyakan Legalitas dan Potensi Konflik Kepentingan

Sebagaimana diketahui, syahbandar memiliki kewenangan penting dalam proses pelayaran, termasuk melakukan pengecekan kelengkapan dokumen kapal dan muatan serta menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

SPB merupakan dokumen wajib yang memastikan kapal telah memenuhi aspek keselamatan, administrasi, serta legalitas muatan yang diangkut. Artinya, setiap barang yang dibawa kapal seharusnya tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Jika dugaan pengangkutan solar menggunakan ratusan jerigen benar terjadi tanpa dokumen resmi, maka publik menilai perlu ada evaluasi serius terhadap proses pengawasan penerbitan izin berlayar di pelabuhan tersebut.

Seorang aktivis lokal menilai, fungsi pengawasan pelabuhan menjadi kunci utama mencegah distribusi ilegal melalui jalur laut.

“Syahbandar punya kewenangan mengeluarkan SPB. Artinya sebelum kapal berangkat, muatan harus diperiksa. Kalau ada BBM dalam jumlah besar, seharusnya terdata jelas,” ujarnya.

Kembalinya dugaan aktivitas mafia solar ini memunculkan kritik keras terhadap lemahnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah pelabuhan. Publik menilai aktivitas pengangkutan ratusan jerigen dalam jumlah besar mustahil tidak terlihat jika pengawasan berjalan optimal.

Solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan dan masyarakat kecil justru diduga diperjualbelikan kembali melalui jalur ilegal dengan keuntungan besar.

Baca Juga  Puluhan Tim Ramaikan Turnamen Bola Kasti HUT Ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya di Rubaru

Penggunaan truk dan mobil pick up dalam distribusi jerigen skala besar dinilai menunjukkan adanya sistem distribusi yang terorganisir, bukan aktivitas individu semata.

Masyarakat mendesak aparat kepolisian, instansi pengawas energi, serta otoritas pelabuhan segera melakukan investigasi terbuka terhadap aktivitas di Pelabuhan Bintaro. Kritik juga diarahkan kepada aparat yang dinilai kerap hanya melakukan penindakan sesaat tanpa pencegahan berkelanjutan.

“Kalau kegiatan sebesar ini masih berjalan, masyarakat pasti bertanya siapa yang mengawasi,” kata seorang aktivis lokal.

Ironisnya, di tengah dugaan distribusi solar ilegal dalam jumlah besar, nelayan kecil di sejumlah wilayah kepulauan Sumenep justru kerap mengeluhkan kelangkaan BBM subsidi.

Fenomena ini kembali memperlihatkan ketimpangan distribusi energi, di mana pihak yang seharusnya menerima manfaat subsidi justru mengalami kesulitan mendapatkan solar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak syahbandar terkait dugaan aktivitas pemindahan solar menggunakan mobil pick up dan truk bermuatan ratusan jerigen di Pelabuhan Bintaro.

Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memastikan tindak lanjut atas temuan tersebut. Publik kini menunggu langkah tegas aparat, apakah praktik mafia solar benar-benar akan diberantas atau kembali menjadi persoalan lama yang berulang tanpa penyelesaian nyata.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Monday, 21 September 2026 - 18:12

Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Berita Terbaru