Lokasi Tak Jelas Diduga Tumpang Tindih, BKK Tangkis Laut dan BK Desa di Bicabbi Sama-sama Rp100 Juta Tahun 2025

Saturday, 13 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Pemerintah Desa Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, diduga menerima dua program bantuan dengan objek dan nilai yang sama pada tahun anggaran 2025. Kedua program tersebut yakni Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tangkis Laut senilai Rp100 juta serta Bantuan Keuangan Desa (BK Desa) yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep untuk pekerjaan tangkis laut, juga dengan nilai Rp100 juta.

Informasi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya terkait lokasi pekerjaan yang jelas dari masing-masing program. Hingga kini belum diketahui secara pasti di titik mana pekerjaan tangkis laut dari BKK dilaksanakan, serta apakah berbeda atau justru sama dengan pekerjaan tangkis laut yang bersumber dari BK Desa.

Jika merujuk pada data yang diterima, kedua program tersebut sama-sama dialokasikan pada tahun anggaran 2025 dengan jenis kegiatan yang identik, yakni pembangunan atau penguatan tangkis laut. Kondisi ini memunculkan dugaan tumpang tindih anggaran, yang berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas dan efisiensi penggunaan keuangan daerah.

Baca Juga  Data Pokmas & Poktan ‘Gelap’, Desa Lenteng Timur Dinilai Lepas Tangan — Dugaan Permainan Anggaran Makin Menguat

Aktivis Sumenep, Zainul mempertanyakan transparansi pemerintah desa dalam mengelola anggaran tersebut.

“Kalau kegiatannya sama, nilainya sama, dan tahunnya juga sama, seharusnya dijelaskan dengan terang. Lokasinya di mana, volumenya berapa, dan apakah benar dikerjakan dua kali atau hanya satu pekerjaan,” ujarnya.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Desa Bicabbi guna meminta penjelasan terkait perbedaan program, titik lokasi pekerjaan, serta mekanisme pelaksanaan kedua anggaran tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, kepala desa masih memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi.

Padahal, sesuai prinsip pengelolaan keuangan desa dan daerah, setiap program yang dibiayai APBD maupun BKK wajib memiliki dokumen perencanaan yang jelas, mulai dari RAB, titik lokasi, volume pekerjaan, hingga laporan realisasi fisik dan keuangan.

Baca Juga  MBG di Madura Dinilai Gagal, JSI Desak Presiden Prabowo Hentikan Program

Zainul menilai, jika benar terdapat dua anggaran dengan kegiatan dan lokasi yang sama, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Tumpang tindih program dengan objek dan tahun yang sama bisa mengarah pada maladministrasi, bahkan dugaan penyimpangan anggaran jika tidak bisa dijelaskan secara rasional,” ujarnya.

Masyarakat kini berharap inspektorat daerah, DPMD, serta aparat penegak hukum dapat turun tangan untuk melakukan klarifikasi dan pengawasan, guna memastikan bahwa anggaran negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak merugikan keuangan daerah.

Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait.

Penulis : OR

Editor : R IE Q

Berita Terkait

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru