Data Pokmas & Poktan ‘Gelap’, Desa Lenteng Timur Dinilai Lepas Tangan — Dugaan Permainan Anggaran Makin Menguat

Sunday, 7 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, Newsline.id — Polemik minimnya transparansi program kegiatan di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terus meruncing. Setelah Sekretaris Desa (Sekdes) sebelumnya hanya menjawab “lupa” soal identitas ketua pokmas dan lokasi kegiatan yang bernilai miliaran rupiah, kini persoalan itu melebar menjadi dugaan lebih serius: adanya potensi permainan anggaran yang sengaja ditutupi.

Aktivis Sumenep, Zainul mulai mempertanyakan, bagaimana mungkin desa yang menjadi wilayah implementasi program justru tidak mengantongi data dasar seperti lokasi kegiatan, nama ketua kelompok, dan progres pelaksanaan? Apalagi nilai anggaran yang masuk ke desa tidak kecil, bahkan mencapai miliaran rupiah dari berbagai OPD sepanjang Tahun Anggaran 2024.

Sumber internal desa yang enggan disebut nama mengungkapkan kejanggalan yang selama ini dirasakan masyarakat.

Baca Juga  Satlantas Polres Sumenep Dihantam Isu Pungli, Aktivis Dear Jatim: “Kami Punya Bukti Lengkap!”

“Seolah-olah pemerintah desa hanya menerima laporan dari atas. Mereka tidak tahu, tidak mau tahu, atau pura-pura tidak tahu. Kalau jawabannya lupa, itu sudah kelewat berani,” katanya.

Respons Sekdes dianggap sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah desa dalam menjalankan fungsi pengawasan. Padahal, setiap bantuan yang mengalir dari OPD ke kelompok masyarakat, sekecil apa pun, selalu melalui proses administrasi yang mensyaratkan rekomendasi, verifikasi, dan pendampingan.

“Ini bukan bantuan insidental. Ini program pemerintah dengan nilai besar. Desa wajib tahu. Kalau mereka bilang tidak tahu, berarti ada yang mereka sembunyikan atau memang sistemnya sudah bermasalah dari awal,” tegas sumber tersebut.

Total anggaran miliaran rupiah yang mengalir melalui Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perikanan kini menjadi sorotan.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasar Balung, Jember: Korban Kini Difitnah di Media Sosial, Kuasa Hukum Siap Tempuh Jalur Hukum

Aktivis Sumenep, Zainul, kembali menegaskan bahwa ketidakjelasan data ini bukan persoalan sepele. Menurutnya, jawaban ‘lupa’ yang dilontarkan Sekdes bukan sekadar kelalaian, melainkan indikator kuat adanya potensi ketidakberesan.

“Itu sinyal merah. Pemerintah desa bukan pendatang di wilayahnya sendiri. Kalau mereka tidak tahu siapa ketua pokmas dan kegiatan di mana, bagaimana publik bisa percaya bahwa anggaran benar-benar digunakan?” ujarnya.

“OPD memberi anggaran, tapi pelaksanaan ada di desa. Jangan sampai ada pola pemakluman bahwa desa hanya formalitas. Itu bahaya. Jika desa melepas tangan, maka celah penyimpangan akan sangat besar,” tambahnya.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Monday, 21 September 2026 - 18:12

Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Berita Terbaru