Program Makan Gizi Gratis di Sumenep Diduga Sarat Permainan Licik, Korwil dan Mitra Disorot

Tuesday, 7 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, Newsline.id – Program Makan Gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik. Program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan semangat menekan angka stunting dan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah itu, kini justru diduga dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk menghasilkan keuntungan pribadi.

Informasi yang dihimpun Newsline.id menyebutkan, terdapat indikasi permainan licik antara pihak koordinator wilayah (korwil) dan mitra pelaksana dalam proses pengadaan dan pembelanjaan bahan baku makanan. Dugaan praktik curang tersebut dinilai mencederai amanat Presiden yang menekankan transparansi, kejujuran, dan dedikasi dalam pelaksanaan program strategis nasional ini.

“Ini bukan lagi soal teknis distribusi atau kualitas makanan. Ini soal moralitas pelaksana di lapangan yang bermain di balik nama program Presiden,” ujar salah satu sumber terpercaya Newsline.id yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (7/10/2025).

Sumber tersebut menyebutkan bahwa permainan itu diduga terjadi pada mekanisme pembelian bahan baku, seperti beras, telur, daging, dan sayur. Para pihak yang seharusnya bekerja sama demi efektivitas program, justru diduga melakukan mark up harga dan mengatur suplai bahan dari vendor tertentu yang terafiliasi dengan mereka sendiri.

Dugaan praktik licik ini kian menguat karena sejumlah penyedia bahan lokal di beberapa kecamatan mengaku tidak pernah dilibatkan. Padahal, dalam pedoman pelaksanaan program MBG, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menggunakan produk lokal untuk memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku UMKM setempat.

Namun kenyataannya, beberapa sekolah dan pihak desa mengaku menerima bahan makanan yang tidak segar dan diduga berasal dari luar daerah. Harga bahan pokok juga dinilai tidak sepadan dengan kualitasnya.

Baca Juga  Diduga Langgar Aturan, SPBU Camplong Sampang Disorot Usai Layani Jerigen Solar Tanpa Rekomendasi

“Telur datang dari luar kabupaten, padahal di sini banyak peternak lokal. Anehnya, harga pembeliannya juga lebih rendah dari harga pasar, dari situlah mereka ambil keuntungan” ungkap salah satu sumber.

Temuan ini semakin memperkuat kecurigaan bahwa ada permainan harga dan pengendalian pasokan oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan program Presiden untuk kepentingan pribadi.

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Program Makan Gizi Gratis adalah misi kemanusiaan dan kebangsaan, bukan proyek politik atau ekonomi. Beliau bahkan mengingatkan agar seluruh pelaksana di daerah menjalankan program ini secara jujur, efisien, dan penuh tanggung jawab.

Namun, dugaan permainan di Sumenep justru mencerminkan pengkhianatan terhadap amanah Presiden.

Sebab, ketika tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak Indonesia makan makanan bergizi, oknum pelaksana di lapangan justru sibuk memutar untung dari anggaran rakyat.

“Kalau benar korwil dan mitra bermain di pembelanjaan bahan, berarti ini bentuk pengkhianatan terhadap Prabowo,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Fakta di lapangan menunjukkan minimnya pengawasan dari instansi teknis daerah, baik dari dinas pendidikan maupun lembaga pengawas internal. Padahal, pengawasan sangat penting untuk memastikan bahwa anggaran benar-benar digunakan sesuai sasaran.

Beberapa pihak menduga, lemahnya pengawasan ini justru disengaja agar permainan harga tidak terendus aparat. Indikasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa potensi korupsi di balik program Makan Gizi Gratis sangat besar, terutama karena dana yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai triliunan rupiah secara nasional.

Baca Juga  Tragis, Bocah 10 Tahun Meregang Nyawa Diduga Dianiaya Ibu Kandung di Pamekasan

“Kalau pengawasnya diam, bisa saja ada bagi hasil di balik meja. Karena ini program besar, uangnya pun besar,” kata seorang aktivis di Sumenep.

Masyarakat berharap Presiden Prabowo maupun Kementerian Sosial dan Inspektorat Jenderal segera turun tangan melakukan audit terhadap pelaksanaan program ini di Kabupaten Sumenep. Jika benar terdapat praktik manipulasi harga dan penyalahgunaan kewenangan, publik menuntut agar pelaku segera diproses hukum tanpa pandang bulu.

“Kami ingin program ini berjalan sebagaimana niat baik Presiden, bukan jadi ladang bancakan segelintir orang,” tambah aktivis sumenep.

Publik juga mendesak agar pemerintah daerah membentuk tim independen pengawasan, melibatkan unsur masyarakat, akademisi, dan media untuk menjamin keterbukaan data penggunaan anggaran dan vendor penyedia bahan.

Program Makan Gizi Gratis seharusnya menjadi simbol keberpihakan negara kepada rakyat kecil, bukan ajang mencari celah keuntungan pribadi. Jika dugaan permainan antara korwil dan mitra di Sumenep benar adanya, maka ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan visi Presiden Prabowo.

Transparansi, integritas, dan keberanian untuk menindak tegas oknum pelaku adalah satu-satunya jalan untuk mengembalikan marwah program unggulan nasional ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak Indonesia, bukan oleh kantong pribadi para pejabat dan pengusaha nakal di daerah.

Upaya Konfirmasi kepihak terkait masih dalam kesulitan

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru