SUMENEP, Newsline.id — Proyek pembangunan Pasar Desa di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Bangunan yang sejatinya diperuntukkan sebagai pusat aktivitas ekonomi desa itu kini justru terbengkalai dan tak berfungsi, hingga disebut warga sebagai “monumen proyek gagal”.
Pantauan di lapangan menunjukkan, bangunan pasar desa tersebut tampak sepi dan tidak pernah difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisi bangunan juga terkesan dibangun tanpa kajian kebutuhan yang matang. Akibatnya, pasar desa yang diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian justru tidak memberikan manfaat apa pun bagi masyarakat.
Sejumlah warga menilai, proyek pembangunan pasar desa tersebut terkesan dipaksakan. Mereka menduga, sejak awal pembangunan tidak didasarkan pada perencanaan yang serius dan berorientasi pada kebutuhan warga.
“Pembangunan pasar desa ini seperti dipaksakan. Uang negara dibuang percuma, tapi masyarakat sama sekali tidak merasakan manfaatnya,” ujar salah satu warga Ellak Daya kepada media ini.
Warga juga menyayangkan tidak adanya upaya nyata dari Pemerintah Desa Ellak Daya, pihak Kecamatan Lenteng, maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep untuk mengaktifkan bangunan pasar tersebut meski telah bertahun-tahun terbengkalai.
“Sampai sekarang tidak ada solusi. Seolah-olah setelah dibangun, pasar desa ini ditinggalkan begitu saja,” imbuhnya.
Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan adanya persoalan serius dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, warga mendesak Inspektorat Kabupaten Sumenep untuk turun langsung melakukan audit investigatif.
“Saya berharap Inspektorat benar-benar turun ke lapangan. Saya yakin bukan hanya pihak desa yang harus diperiksa, tapi juga DPMD Sumenep diduga turut menjadi biang kerok proyek gagal ini,” tegasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Ellak Daya hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. Kepala desa setempat tidak memberikan respons meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon oleh awak media.
Sikap bungkam tersebut semakin memperkuat kekecewaan masyarakat, sekaligus menambah tanda tanya besar terkait tanggung jawab pemerintah desa atas proyek yang kini justru menjadi simbol pemborosan anggaran dan gagalnya perencanaan pembangunan desa.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








