Hilangnya Bendera HMI di PBAK UIN Madura 2025: Simbol yang Raib, Teka-teki yang Menguat

Monday, 25 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Suasana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Madura 2025 yang berlangsung pada Senin (25/8/2025) mendadak diwarnai insiden tak terduga. Sejumlah mahasiswa menemukan bahwa bendera milik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) raib dari jajaran atribut organisasi mahasiswa yang dipasang di sekitar area kampus.

Sejak pagi, bendera dari berbagai organisasi mahasiswa PMII, GMNI, IMM, hingga HMI terlihat berkibar berdampingan. Namun, usai gelombang aksi penolakan dan demonstrasi mahasiswa, hanya bendera HMI yang tak lagi terlihat.

“Kami sempat memastikan semua atribut lengkap sebelum aksi dimulai. Tapi setelah keramaian mereda, bendera HMI menghilang,” ungkap salah satu mahasiswa saksi mata.

Hilangnya bendera ini menimbulkan tanda tanya serius. Pasalnya, atribut organisasi lain tetap berdiri kokoh. Kondisi ini membuat sejumlah kader HMI menduga adanya motif tertentu.

Baca Juga  BIP Gelontorkan Rp2 Miliar untuk Warga Binaan Lapas Pamekasan, Fokus Hapus Stigma Mantan Narapidana

“Bendera bukan sekadar kain. Itu lambang kehormatan dan identitas organisasi. Raibnya hanya bendera HMI jelas menimbulkan dugaan adanya tindakan yang sengaja dilakukan,” ujar seorang kader HMI Cabang Pamekasan.

Bagi mahasiswa baru, peristiwa ini menciptakan atmosfer yang tidak sehat. Mereka menilai, simbol-simbol organisasi seharusnya dijaga demi iklim demokrasi kampus yang inklusif.

“Kalau atribut organisasi bisa hilang begitu saja, kami khawatir ada praktik pembungkaman simbolik. Padahal PBAK seharusnya jadi ruang mengenalkan nilai keberagaman organisasi, bukan menimbulkan ketakutan,” ucap seorang peserta PBAK.

Insiden ini membuka wacana lebih luas mengenai peran universitas dalam menjaga netralitas dan suasana kondusif antarorganisasi. Apalagi, UIN Madura dikenal memiliki sejarah panjang dalam dinamika gerakan mahasiswa.

Baca Juga  Karya Bakti TNI AD 2026 Siap Digelar di Madura, Fokus Bangun Infrastruktur dan Layanan Sosial

“Kalau pihak kampus memilih diam, itu sama saja memberi ruang bagi provokasi. Harus ada investigasi terbuka agar tidak terjadi preseden buruk,” tegas salah seorang mahasiswa senior.

Hingga berita ini diturunkan, panitia PBAK maupun pihak universitas belum memberikan keterangan resmi terkait raibnya bendera HMI. Para mahasiswa kini menunggu sikap kampus, apakah peristiwa ini dianggap insiden biasa atau justru tanda adanya problem serius dalam demokrasi kampus.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 407 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru