SUMENEP, Newsline.id – Semangat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 tak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan doa bersama. Di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Gerakan Pemuda (GP) Ansor justru menjadikannya momentum untuk bergerak nyata melalui program sosial bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Program yang dikemas dengan tajuk “Satu Desa Satu Rumah” ini merupakan hasil kolaborasi antara Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Lenteng dengan Haswal Group, sebuah perusahaan lokal yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Ketua PAC GP Ansor Lenteng, Musyfiqurrohman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata Ansor terhadap masyarakat di akar rumput, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami ingin Hari Santri tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi momentum untuk berbagi dan menguatkan solidaritas sosial,” ujar Musyfiq.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Haswal Group menjadi bagian penting dari strategi GP Ansor Lenteng dalam memperluas jangkauan manfaat sosial bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Haswal Group yang mempercayai kami sebagai mitra dalam program ini. Insyaallah kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kami ingin terus hadir membawa manfaat bagi masyarakat kecil,” imbuhnya.
Musyfiq yang akrab disapa Musyfiq itu menjelaskan bahwa proses penentuan rumah yang akan dibedah tidak dilakukan secara asal-asalan. Tim Ansor Lenteng terlebih dahulu melakukan survei ke lapangan untuk memastikan kondisi calon penerima bantuan.
“Kami tidak ingin asal memilih. Semua melalui pertimbangan yang matang berdasarkan data dan kondisi riil warga di desa masing-masing,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Di sisi lain, Direktur Haswal Group, H. Ghufron, menyampaikan apresiasi atas semangat sosial GP Ansor Lenteng yang dinilainya selaras dengan komitmen perusahaannya dalam mendukung program kemanusiaan.
“Kami merasa terhormat bisa berkolaborasi dengan Ansor. Ini wujud nyata sinergi antara dunia usaha dan organisasi kepemudaan untuk kemaslahatan umat,” ungkap Ghufron.
Menurutnya, program Satu Desa Satu Rumah baru bisa menjangkau satu rumah di setiap desa untuk tahap awal, namun pihaknya optimistis jumlah itu bisa bertambah di masa mendatang.
“Kami berharap makin banyak pihak yang terlibat, agar manfaat sosial ini bisa menyentuh lebih banyak keluarga yang membutuhkan,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Camat Lenteng, Supaardi, yang menilai kiprah GP Ansor Lenteng sudah menunjukkan arah gerakan yang positif dan konkret.
“Sebagai orang tua di wilayah ini, saya merasa bangga dan berterima kasih. Ini bukti bahwa pemuda Ansor tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga bergerak dan bekerja nyata untuk masyarakat,” ujar Supaardi.
Ia berharap program sosial seperti ini dapat terus mendapat dukungan, baik dari pemerintah desa maupun sektor swasta, agar keberlanjutannya bisa terjaga.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep, Adi Purnomo, menilai program bedah rumah ini menjadi contoh yang baik bagi kepengurusan Ansor di kecamatan lain.
“Ansor Lenteng menunjukkan identitasnya sebagai organisasi yang hidup dan bergerak. Mereka punya jaringan, punya program, dan mampu melaksanakannya dengan objektif. Ini bisa menjadi role model bagi PAC lain di Sumenep,” tutur alumni aktivis PMII Guluk-Guluk itu.
Adi menambahkan, langkah GP Ansor Lenteng patut diapresiasi karena mengembalikan ruh sosial organisasi ke tengah masyarakat, terutama di momentum Hari Santri Nasional.
Program Satu Desa Satu Rumah menjadi bukti bahwa peringatan Hari Santri Nasional di Lenteng bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi wujud nyata semangat kepedulian sosial yang ditanamkan para santri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang diusung santri harus hadir dalam tindakan konkret, terutama dalam membantu masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Dengan semangat kolaborasi antara organisasi pemuda, dunia usaha, dan pemerintah, GP Ansor Lenteng berhasil menegaskan pesan penting: “Santri tidak hanya pandai mengaji, tapi juga mampu mengabdi.”
Penulis : T2
Editor : R IE Q








