Bappeda Sumenep Jalankan Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan Secara Terpadu

Thursday, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menekan angka kemiskinan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sumenep turun menjadi 17,02 persen atau sekitar 188,48 ribu jiwa, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 17,78 persen atau sekitar 196,42 ribu jiwa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja kolaboratif lintas sektor dan implementasi strategi nasional yang diadaptasi sesuai karakter daerah.

“Penurunan angka kemiskinan ini merupakan hasil dari konsistensi pelaksanaan Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan, yang kami jalankan secara terintegrasi di seluruh OPD dan wilayah,” ujar Arif.

Menurut Arif, ada tiga pilar utama yang menopang keberhasilan penurunan angka kemiskinan tersebut, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan di wilayah tertinggal.

Dari sisi pengeluaran, pemerintah daerah memperkuat bantuan sosial seperti Program Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), dan beasiswa bagi siswa miskin. Selain itu, jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) dan BPJS Ketenagakerjaan turut memperluas perlindungan sosial masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga  PR Alfian Rabbani Milik Erlan Taufiq Jarang Produksi, Tapi Rutin Tebus Pita Cukai

“Kami juga melakukan intervensi spesifik seperti program makanan tambahan untuk balita stunting dan pemberdayaan keluarga melalui Sekolah Orang Tua Hebat. Semua ini diarahkan agar kemiskinan tidak diwariskan dari generasi ke generasi,” jelas Arif.

Dalam aspek peningkatan pendapatan, Pemkab Sumenep fokus pada pemberdayaan sektor ekonomi produktif berbasis lokal. Program padat karya infrastruktur menjadi salah satu unggulan karena mampu menyerap tenaga kerja secara langsung di desa-desa.

Selain itu, pelatihan keterampilan kerja, fasilitasi wirausaha muda, dan penyelenggaraan job fair turut dilakukan agar masyarakat memiliki kesempatan ekonomi yang lebih luas.

“Melalui KUR dan dukungan BUMDes, kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tapi juga pelaku ekonomi yang mandiri,” imbuhnya.

Upaya penurunan kemiskinan juga diarahkan ke wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal, terutama di kepulauan. Pemerintah memaksimalkan dana desa untuk pengembangan usaha produktif, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi.

Baca Juga  Kasus Imam Wahyudi Melebar: Satu Kades Jadi Terlapor Baru dalam Dugaan Pengeroyokan

“Pendekatan spasial kami lakukan untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal. Pembangunan harus menjangkau daratan dan kepulauan,” tegas Arif.

Lebih lanjut, Pemkab Sumenep kini tengah menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 sebagai panduan jangka menengah. Rencana tersebut disusun dengan dukungan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sistem data terpadu yang digunakan untuk memastikan setiap program tepat sasaran.

“Kami tidak ingin ada tumpang tindih data dan program. DTSEN akan menjadi dasar pengambilan kebijakan agar intervensi bisa lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Arif.

Penurunan angka kemiskinan ini memberi sinyal positif terhadap arah pembangunan Kabupaten Sumenep. Meski begitu, pemerintah mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama dalam mempersempit kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kepulauan yang masih rentan secara ekonomi dan sosial.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru