Dugaan Rokok Ilegal CV. Tali Jaya: Publik Pertanyakan Sikap Bea Cukai Madura dan Haji Taufiq

Sunday, 26 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id — Dugaan pembiaran terhadap maraknya peredaran rokok ilegal kembali menyeret nama Bea Cukai (BC) Madura. Lembaga yang kini dipimpin Novian Dermawan itu dituding tidak serius menertibkan aktivitas perdagangan rokok tanpa pita cukai yang beredar luas di Kabupaten Pamekasan.

Rokok ilegal dengan merek Tali Jaya Mild menjadi salah satu produk yang paling mudah dijumpai di berbagai warung dan toko kelontong. Berdasarkan penelusuran lapangan, merek tersebut diduga kuat diproduksi oleh jaringan yang bermarkas di wilayah Desa Ponteh, Kecamatan Galis, dan dikendalikan oleh seorang pengusaha berinisial HT, yang juga diketahui memiliki pabrik rokok resmi bernama CV. Tali Jaya.

Meski aktivitas tersebut telah lama menjadi perbincangan di kalangan masyarakat dan pelaku usaha rokok, hingga kini Bea Cukai Madura belum menunjukkan tindakan tegas terhadap jaringan produksi maupun distribusi yang diduga ilegal itu.

“Publik menilai Bea Cukai Madura hanya berani menertibkan pedagang kecil. Tapi kalau sudah menyangkut bandar besar, mereka seperti kehilangan keberanian,” ujar Zainul.

Baca Juga  Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Dinilai Jadi Mitra Strategis Petani dalam Penetapan TIHT 2025

Menurut Zainul, sikap lembaga pengawasan cukai yang tampak tebang pilih tersebut telah menimbulkan kecurigaan publik bahwa ada unsur pembiaran terhadap praktik-praktik ilegal yang jelas-jelas merugikan negara.

“Kalau aparat dan Bea Cukai serius, seharusnya bandar dan pabriknya ditutup, bukan cuma warung-warung kecil yang dijadikan target operasi,” tegasnya.

Ia bahkan meminta Menteri Keuangan Purbaya untuk turun langsung memantau kondisi di Pamekasan. Sebab, kata dia, persoalan rokok ilegal di wilayah itu sudah terlalu lama dibiarkan tanpa ada langkah nyata.

“Kalau Kementerian Keuangan tidak turun tangan, berarti mereka pun ikut membiarkan. Ini bukan sekadar soal cukai, tapi soal ketegasan negara terhadap mafia ekonomi,” lanjutnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya peredaran rokok ilegal tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon oleh Newsline.id juga belum direspons.

Baca Juga  Proyek Paving di Dusun Reng Perreng, Karduluk Dikerjakan 2024, Tapi Dipasang Papan Nama Tahun 2025

Pantauan tim investigasi di lapangan menunjukkan, produk Tali Jaya Mild beredar bebas di sejumlah kecamatan seperti Galis, Larangan, dan Pademawu, dengan harga jual yang jauh di bawah rokok bercukai resmi. Hal itu diduga menjadi penyebab utama menurunnya daya saing pabrik rokok legal di wilayah Madura.

Beberapa pengusaha rokok resmi bahkan mengaku merasa dirugikan karena adanya praktik perdagangan ilegal yang tidak tersentuh penegakan hukum.

“Yang bayar cukai jadi kalah bersaing. Kalau begini terus, yang bertahan hanya yang berani curang,” kata salah satu pemilik pabrik rokok lokal yang enggan disebut namanya.

Ke depan, Newsline.id bersama tim investigasi berkomitmen menelusuri lebih jauh jaringan peredaran rokok ilegal di Pamekasan dan mengungkap sejauh mana keterlibatan oknum tertentu dalam praktik yang merugikan pendapatan negara tersebut.

Penulis : OR

Editor : R IE Q

Berita Terkait

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru