Dugaan Diskriminasi Akademik di UNIBA Menguat, Mahasiswa Mengaku Bisa Ambil Ijazah Karena Kedekatan Rektor

Tuesday, 19 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Polemik dugaan ketidakadilan dalam proses pengambilan ijazah di lingkungan Universitas Bahaudin Mudhary kembali memanas. Kali ini, dua mahasiswa berinisial F dan W mengaku dapat mengambil ijazah mereka meskipun masih memiliki tanggungan administrasi kepada kampus.

Pengakuan tersebut disampaikan secara detail kepada redaksi dan semakin memperkuat dugaan publik bahwa terdapat perlakuan berbeda terhadap mahasiswa tertentu dalam pelayanan akademik di kampus tersebut.

Menurut keterangan keduanya, proses pengambilan ijazah tetap dapat dilakukan karena adanya komunikasi yang baik dengan pihak internal kampus, termasuk disebut-sebut memiliki kedekatan dengan rektor.

“Saya masih ada tanggungan waktu itu, tapi tetap bisa ambil ijazah karena komunikasi baik,” ujar salah satu mahasiswa kepada redaksi.

Mahasiswa lainnya juga menyampaikan pengakuan serupa. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti saat proses pengambilan ijazah meskipun administrasinya belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi Nakes, Dinkes Sumenep Gelar Pelatihan Penanganan Diabetes Mellitus di FKTP

Pengakuan dua mahasiswa tersebut kini menjadi sorotan publik lantaran bertolak belakang dengan keterangan sejumlah mahasiswa lain yang mengaku ijazahnya ditahan karena alasan administrasi.

Kondisi itu memunculkan dugaan adanya standar pelayanan yang tidak diterapkan secara sama kepada seluruh mahasiswa. Publik mulai mempertanyakan apakah kebijakan kampus benar-benar berbasis aturan, atau justru dipengaruhi kedekatan komunikasi dengan pimpinan kampus.

Ironisnya, hingga kini pihak rektorat belum memberikan klarifikasi langsung kepada redaksi terkait berbagai pengakuan mahasiswa tersebut. Sikap bungkam itu justru memunculkan spekulasi baru di tengah masyarakat.

Beberapa kalangan menilai, apabila memang seluruh kebijakan telah berjalan sesuai aturan, pihak kampus seharusnya tidak perlu menghindari ruang klarifikasi terbuka kepada publik.

“Kalau ada mahasiswa yang masih punya tanggungan tapi bisa ambil ijazah, sementara yang lain tidak bisa, tentu publik bertanya-tanya. Kampus harus menjelaskan dasar kebijakannya,” ujar salah satu aktivis pendidikan di Sumenep.

Baca Juga  Arif Firmanto Resmi Jadi ASEAN Engineer, Prestasi Membanggakan dari Ujung Madura

Polemik ini kini berkembang bukan hanya soal administrasi kampus, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap integritas lembaga pendidikan tinggi. Banyak pihak meminta agar kampus membuka mekanisme pengambilan ijazah secara transparan agar tidak muncul dugaan diskriminasi pelayanan.

Di media sosial, perbincangan terkait dugaan pilih kasih dalam pelayanan akademik juga terus ramai diperbincangkan. Sejumlah netizen meminta pihak kampus menghentikan praktik yang dianggap dapat mencederai rasa keadilan mahasiswa.

Sementara itu, publik masih menunggu keberanian pihak rektorat untuk memberikan penjelasan terbuka terkait pengakuan dua mahasiswa tersebut. Sebab dalam dunia pendidikan, transparansi dan kesetaraan pelayanan dinilai menjadi prinsip utama yang tidak boleh dibedakan berdasarkan kedekatan ataupun relasi personal.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru