Dugaan Permainan Anggaran di Desa Kali Mook, Proyek Jalan Aspal Rp300 Juta Tanpa Kejelasan

Thursday, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, Newsline.id – Proyek pembangunan jalan aspal di Desa Kali Mook, Kabupaten Sumenep, yang menggunakan anggaran Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur tahun 2025 sebesar Rp300 juta, menuai sorotan. Pasalnya, hingga saat ini keberadaan titik lokasi pembangunan jalan tersebut masih belum jelas.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan permainan anggaran dalam proyek ini. Sejumlah warga Desa Kali Mook mengaku tidak mengetahui secara pasti di mana titik pekerjaan jalan yang dimaksud, meski dana sudah dicairkan dari BK Provinsi.

“Kalau memang ada proyek jalan aspal Rp300 juta, mestinya masyarakat tahu lokasinya. Tapi sampai sekarang tidak jelas, bahkan kami belum melihat ada pengerjaan jalan baru di desa ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Kamis (11/09/2025).

Baca Juga  Demo LPKKP Soroti Dugaan Kejanggalan Pengadaan Ternak 2025 di Jatim

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kali Mook enggan memberikan keterangan. Sang kades memilih bungkam ketika ditanya terkait titik lokasi maupun perkembangan pekerjaan jalan tersebut. “Tidak ada jawaban sama sekali dari kepala desa,” kata seorang jurnalis yang mencoba menghubunginya.

Sikap tertutup pemerintah desa memicu kecurigaan publik akan adanya praktik penyalahgunaan anggaran. Apalagi, proyek dengan nilai ratusan juta rupiah ini seharusnya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.

Pihak pendamping maupun konsultan teknis proyek juga belum bisa dihubungi untuk dimintai penjelasan. Kondisi ini menambah kabut tebal dugaan adanya permainan anggaran dalam pembangunan jalan aspal tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proyek jalan aspal Desa Kali Mook senilai Rp300 juta dari BK Provinsi 2025 masih menjadi tanda tanya besar. Publik menunggu langkah aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan penyimpangan yang bisa merugikan keuangan negara.

Baca Juga  Keselamatan Pelayaran Dipertanyakan, Aktivitas KMP Manggiyango Hulalo di Kalianget Disorot

Berita Terkait

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Berita Terbaru