Dua Tahun Tak Ada Pembangunan, Dana Desa Murtajih Diduga Jadi Modal MBG?

Sunday, 29 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Kinerja Kepala Desa Murtajih, Kabupaten Pamekasan, tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, selama kurun waktu tahun 2024 hingga 2025, warga mengaku tidak melihat adanya pembangunan infrastruktur desa yang signifikan.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait ke mana sebenarnya alokasi Dana Desa (DD) yang setiap tahun digelontorkan oleh pemerintah pusat.

Sejumlah warga menilai, minimnya pembangunan fisik seperti perbaikan jalan desa, saluran drainase, maupun fasilitas umum lainnya menjadi indikator lemahnya realisasi program kerja pemerintah desa.

“Sudah hampir dua tahun ini tidak ada pembangunan yang jelas. Jalan tetap rusak, drainase juga tidak tersentuh. Kami jadi bertanya-tanya, dana desa itu digunakan untuk apa,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (29/3/2026).

Kritik warga semakin menguat setelah muncul dugaan bahwa anggaran Dana Desa tidak sepenuhnya digunakan sesuai peruntukannya.

Baca Juga  Rokok Ilegal PCX Exclusive, BerryBurst, dan MangoBurst: Dalang Fery Seakan Kebal Hukum, Bea Cukai Cukup Jadi Penonton?

Bahkan, sebagian masyarakat mulai mencurigai adanya penyimpangan penggunaan anggaran untuk kepentingan lain di luar program prioritas desa.

Isu yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa dana tersebut diduga digunakan sebagai modal dalam kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan pembangunan desa, termasuk dugaan keterlibatan dalam aktivitas yang dikenal dengan istilah “MBG”.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemerintah desa terkait tudingan tersebut.

Aktivis Pamekasan menilai, transparansi anggaran merupakan hal mutlak yang harus dijalankan oleh setiap pemerintah desa. Apalagi, Dana Desa merupakan uang negara yang diperuntukkan langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jika memang tidak ada pembangunan yang terlihat, maka wajar masyarakat mempertanyakan. Pemerintah desa wajib membuka laporan realisasi anggaran secara transparan, baik melalui musyawarah desa maupun papan informasi publik,” ujarnya.

Baca Juga  Puluhan Siswa di Tlanakan Diduga Keracunan Usai Konsumsi Program Makan Bergizi Gratis

Selain itu, warga juga mendesak adanya audit dari pihak terkait, baik inspektorat daerah maupun aparat penegak hukum, guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan Dana Desa.

“Kalau memang bersih, ya tidak perlu takut diaudit. Justru ini penting untuk menjawab keresahan masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Murtajih masih belum mendapatkan tanggapan. Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi liar yang berpotensi merusak kepercayaan publik.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa akuntabilitas dan transparansi bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban yang harus dijalankan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59