Diduga Tak Layak Konsumsi, Paket MBG di Lenteng Barat Ditarik Usai Ditemukan Berjamur

Thursday, 5 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, dugaan makanan berjamur mencuat di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, setelah sejumlah siswa dikabarkan menerima paket makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi, Kamis (5/3/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, temuan tersebut pertama kali diketahui saat siswa hendak menyantap makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah. Beberapa siswa disebut mencium aroma tidak sedap dan mendapati bagian makanan sudah berubah tekstur.

Salah satu sumber internal sekolah, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari siswa.

“Awalnya anak-anak hanya bilang rasanya aneh dan ada bau tidak biasa. Setelah dicek guru, ternyata ada bagian makanan yang sudah berjamur,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kepanikan kecil di lingkungan sekolah. Beruntung, makanan yang diduga bermasalah itu belum sempat dikonsumsi secara luas karena cepat ditarik oleh pihak sekolah.

Baca Juga  Diduga Sajikan Makanan Basi, Satgas MBG dan BGN Diminta Segera Tindak Dapur Yayasan Al-Bukhori Murtajih

Program MBG sendiri diketahui bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi siswa melalui penyediaan makanan siap santap setiap hari sekolah. Namun, insiden ini justru memunculkan kekhawatiran tentang standar kebersihan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dari dapur penyedia.

Dari penelusuran yang dilakukan, dapur produksi MBG di wilayah tersebut berada di bawah pengelolaan Yayasan Darul Arqom Batukerpuy. Kepala dapur setempat, Akbar, saat dikonfirmasi media menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesiapan untuk mengganti paket makanan yang bermasalah.

“Mohon maaf sebelumnya. Sekolah mana yang menerima, Pak? Nanti segera kami ganti,” tulisnya dalam pesan singkat kepada wartawan.

Meski telah ada respons dari pengelola dapur, sejumlah wali murid mengaku tetap merasa waswas. Mereka menilai kualitas makanan untuk anak-anak seharusnya melalui pengawasan ketat sebelum dibagikan.

Baca Juga  Rokok Ilegal GP Clasic Bold Lancar Beredar, Bea Cukai Madura Dinilai Tutup Mata

“Ini makanan untuk anak-anak sekolah, bukan untuk coba-coba. Harusnya ada kontrol kualitas sebelum dibagikan,” kata salah satu wali murid.

Sejumlah pihak juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di tingkat desa hingga kabupaten. Mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, pengepakan, hingga distribusi dinilai perlu diawasi lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan terkait penyebab pasti makanan tersebut diduga berjamur, apakah akibat proses produksi, penyimpanan, atau distribusi.

Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan, redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru