Desakan Menguat, Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe Soroti Penundaan Gaji Ke-13 ASN

Saturday, 27 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE, Newsline.id – Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe melayangkan kritik terhadap pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, dr. Ferdinan, terkait penyaluran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe yang belum terealisasi.

Koordinator Lapangan Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe, Subardin, menilai penundaan pembayaran gaji ke-13 menimbulkan tanda tanya di kalangan ASN. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya mengutamakan pemenuhan hak pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pembayaran gaji ke-13 kepada ASN. Menurutnya, pembayaran semestinya dapat dilakukan mulai bulan Juni sehingga tidak menimbulkan keresahan di lingkungan aparatur.

Subardin juga menyoroti pernyataan Sekda Konawe yang dimuat di salah satu media lokal mengenai prioritas anggaran pemerintah daerah, termasuk untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Menurutnya, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa pembayaran hak ASN dikesampingkan demi pembiayaan kegiatan lain.

Baca Juga  Dampak Pengetatan Distribusi BBM, Antrean Kendaraan Padati SPBU Ganding Sumenep

“Kami mempertanyakan dasar penundaan pembayaran gaji ke-13. Setiap kegiatan pemerintah pada prinsipnya telah memiliki alokasi anggaran masing-masing, sehingga tidak semestinya hak ASN dikaitkan dengan pelaksanaan agenda lainnya,” ujar Subardin dalam keterangannya.

Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi memicu polemik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe karena dianggap tidak mencerminkan keberpihakan terhadap ASN yang menunggu pencairan hak mereka.

Atas dasar itu, Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe mendesak Sekda Konawe menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya kepada ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe.

Mereka juga menyatakan, apabila tidak ada klarifikasi maupun permintaan maaf, pihaknya meminta adanya evaluasi terhadap kepemimpinan Sekda karena dinilai belum mampu menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan secara optimal.

Baca Juga  Menkeu Gertak Rokok Ilegal, Tapi Bawahannya Tak Bergerak: Ada Apa dengan Bea Cukai Madura?

Selain itu, Konsorsium menegaskan pemerintah daerah seharusnya lebih dahulu memastikan seluruh hak ASN, termasuk gaji ke-13, telah dipenuhi sebelum memprioritaskan pelaksanaan kegiatan pemerintahan yang berskala daerah, provinsi, maupun nasional.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan terbaru dari Sekretaris Daerah Konawe terkait tuntutan yang disampaikan Konsorsium Aktivis dan NGO Konawe. Berita ini akan diperbarui apabila pihak Pemerintah Kabupaten Konawe memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Dua Pemuda Kedungdung Ditangkap, Satreskrim Polres Sampang Ungkap Kasus Curanmor Honda Vario
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 20:00

Dua Pemuda Kedungdung Ditangkap, Satreskrim Polres Sampang Ungkap Kasus Curanmor Honda Vario

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru