Demo Anti Mafia BBM Batal, Pemuda Demokrasi Diduga Masuk Angin dan Melempem

Friday, 23 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar organisasi Pemuda Demokrasi di depan Mapolres Sumenep, Kamis (22/1/2026), tak pernah benar-benar terwujud. Ketidakhadiran massa di lokasi aksi justru memantik tanda tanya besar di ruang publik, terutama di kalangan aktivis dan pemerhati isu hukum di Kabupaten Sumenep.

Aksi yang sedianya dijadwalkan pukul 13.00 WIB itu sebelumnya mengusung dua isu krusial: desakan penindakan dugaan mafia bahan bakar minyak (BBM) dan penutupan aktivitas tambang galian C ilegal yang dinilai telah lama merusak tata kelola lingkungan dan hukum di ujung timur Pulau Madura.

Dua persoalan tersebut bukan barang baru. Isu mafia BBM dan tambang ilegal selama ini kerap mencuat ke permukaan, namun seolah tak pernah menemukan penyelesaian tuntas. Karena itu, rencana aksi Pemuda Demokrasi sempat menarik perhatian publik.

Namun harapan itu justru berbalik arah. Alih-alih menjadi tekanan moral bagi aparat penegak hukum, gagalnya aksi digelar malah memunculkan spekulasi tentang keseriusan gerakan tersebut.

Baca Juga  Oknum Perangkat Desa Halangi Liputan, Kepala Desa Manding Daya Mengaku Perintahkan

Sejumlah kalangan menilai, absennya aksi di lapangan menunjukkan lemahnya konsolidasi internal organisasi. Bahkan, muncul anggapan bahwa rencana demonstrasi itu lebih banyak berhenti di tataran wacana dan surat pemberitahuan.

“Kalau isu yang dibawa sebesar itu, seharusnya diimbangi kesiapan yang matang. Ketika aksi tidak jadi digelar tanpa penjelasan yang terang, publik wajar mempertanyakan motif di baliknya,” ujar Aktivis Sumenep (23/1/2026).

Sorotan juga mengarah pada figur Maghfur yang disebut sebagai koordinator lapangan aksi. Sejumlah pihak menilai, narasi yang dibangun sebelumnya terkesan bombastis, namun tidak dibarengi dengan langkah konkret di lapangan.

“Dalam gerakan sosial, konsistensi itu kunci. Pernyataan keras tanpa tindak lanjut justru berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap aktivisme itu sendiri,” katanya.

Baca Juga  Diskop UKM Perindag Sumenep Memilih Bungkam, Polemik Dugaan Upah Buruh Murah Kian Jadi Sorotan

Di tengah kekecewaan publik, beredar pula isu yang lebih sensitif. Pemuda Demokrasi disebut-sebut diduga telah melakukan komunikasi tertentu dengan oknum internal Polres Sumenep menjelang hari pelaksanaan aksi. Meski belum terkonfirmasi kebenarannya, isu tersebut semakin memperkeruh persepsi publik terhadap gerakan yang dibangun.

“Kalau benar ada upaya pengkondisian, itu bukan sekadar aksi yang gagal, tapi persoalan etika gerakan. Aktivisme tidak boleh ditukar dengan kompromi kepentingan,” ujar seorang aktivis senior yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemuda Demokrasi maupun Maghfur belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi juga belum mendapatkan respons.

Ketiadaan penjelasan tersebut membuat publik menunggu, apakah Pemuda Demokrasi akan memberikan jawaban terbuka atas kegagalan aksi ini, atau justru membiarkan tanda tanya itu terus menggantung di ruang publik.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru