Dana BUMDes Rp270 Juta 2025 di Murtajih Tak Jelas, Warga Kian Curiga: Infrastruktur Mandek

Monday, 30 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Polemik di Desa Murtajih, Kabupaten Pamekasan, kian memanas. Setelah sebelumnya disorot karena minimnya pembangunan infrastruktur sejak 2024 hingga 2025, kini warga kembali mempertanyakan penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mencapai Rp270 juta.

Dana tersebut dinilai tidak jelas peruntukannya, karena hingga saat ini masyarakat tidak melihat adanya aktivitas usaha maupun dampak ekonomi yang dirasakan dari BUMDes tersebut.

“BUMDes itu katanya dapat penyertaan modal ratusan juta, tapi usaha apa yang berjalan? Kami tidak pernah melihat hasilnya,” ujar salah satu warga, Senin (30/3/2026).

Menurut warga, seharusnya penyertaan modal sebesar itu mampu menggerakkan roda ekonomi desa, membuka lapangan kerja, atau minimal memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Namun yang terjadi justru sebaliknya—BUMDes terkesan “mati suri” tanpa kejelasan.

Kondisi ini semakin memperkuat kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa yang dinilai tidak transparan dalam mengelola anggaran. Apalagi, sebelumnya warga juga mengeluhkan tidak adanya pembangunan infrastruktur yang nyata selama dua tahun terakhir.

Baca Juga  NICE dan ST Premium, serta dugaan keterlibatan Hendra, menantu Kepala Desa Sentol, dan H. Syafiih 

“Jalan rusak dibiarkan, saluran air tidak diperbaiki, sekarang dana BUMDes juga tidak jelas. Ini makin membuat kami curiga,” imbuh warga lainnya.

Kecurigaan publik bahkan melebar pada dugaan bahwa anggaran desa, termasuk penyertaan modal BUMDes, tidak digunakan sebagaimana mestinya. Isu dugaan penggunaan dana untuk kepentingan di luar program desa, termasuk yang dikaitkan dengan aktivitas MBG, mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas asumsi publik yang membutuhkan klarifikasi resmi dari pihak pemerintah desa.

Warga setempat menilai, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. BUMDes seharusnya menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, bukan justru menjadi sumber pertanyaan.

“Jika ada penyertaan modal sebesar Rp270 juta, maka harus ada laporan yang jelas: usaha apa yang dijalankan, bagaimana pengelolaannya, dan apa hasilnya. Jika tidak ada, ini berpotensi menjadi temuan serius,” ujarnya.

Baca Juga  Mantan Kades Palengaan Laok, Kini Anggota DPRD Pamekasan, Diduga Pemilik Rokok Ilegal Merek Nexus

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara terbuka kepada masyarakat, baik melalui forum musyawarah desa maupun media informasi publik lainnya.

Warga kini mendesak adanya audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa dan BUMDes di Desa Murtajih. Mereka berharap pihak inspektorat maupun aparat penegak hukum turun tangan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran.

“Kalau memang tidak ada masalah, buktikan dengan data. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Murtajih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan masih belum membuahkan hasil.

Situasi ini menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Tanpa itu, kepercayaan masyarakat akan terus terkikis, dan potensi konflik sosial bisa semakin membesar.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru