Cinta Lain yang Menyelinap di Tengah Kesetiaan

Friday, 31 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rudy Kurniawan

OPINI, Newsline.id – Cinta selalu datang dengan dua wajah yang membahagiakan dan yang menyesakkan. Ia bisa menjadi sumber ketenangan, tapi juga menjadi awal dari kehancuran jika tak dijaga dengan kesadaran dan tanggung jawab. Banyak hati hancur bukan karena cinta tak tulus, melainkan karena cinta yang salah tumbuh di tempat yang tidak semestinya.

Ketika hati yang telah berjanji setia mulai tergoda oleh cinta lain, di situlah perang batin dimulai. Awalnya sederhana sebuah perhatian kecil, senyum hangat, atau sapaan yang terasa berbeda. Namun perlahan, hati yang seharusnya tenang mulai bimbang, membanding, dan berpaling. Di titik itulah, cinta berubah menjadi ujian paling berat dalam kehidupan.

“Cinta lain yang datang bukan selalu kesalahan, tapi jika dibiarkan tumbuh di tanah yang salah, ia akan menjadi duri yang melukai siapa pun yang menanamnya.”

Cinta lain yang hadir di luar ikatan bukan bukti besarnya rasa, melainkan tanda lemahnya kendali diri. Ia sering muncul dalam balutan empati dan perhatian, seolah tulus dan murni, padahal diam-diam menodai ruang yang seharusnya suci. Sekali hati dibiarkan terbuka tanpa batas, maka sulit menutupnya kembali tanpa luka.

Baca Juga  Tanah Kas Desa: Dari Warisan Leluhur Jadi Bancakan Kekuasaan

Hati yang ternoda oleh cinta lain tak hanya melukai pasangan, tapi juga menggores harga diri. Sebab pengkhianatan, sekecil apa pun, selalu meninggalkan bekas yang tak bisa dihapus dengan kata maaf. Ia merusak kepercayaan, menodai ketulusan, dan kadang menghancurkan sesuatu yang telah dibangun dengan cinta dan waktu bertahun-tahun.

Namun manusia memang lemah. Kadang kita tidak bermaksud jatuh, hanya terlalu lama berdiri di tepi jurang. Yang terpenting bukanlah tanpa cela, tapi berani menyadari kesalahan dan menata langkah untuk kembali. Menjauh bukan berarti membenci, melainkan memilih untuk menjaga hati agar tetap bersih.

Menjaga cinta dalam rumah tangga bukan perkara mudah. Rasa bosan, rutinitas, dan jarak sering membuat hati mencari kehangatan baru. Tapi sejatinya, cinta yang dewasa tidak mencari yang lebih menarik, melainkan memelihara yang sudah ada dengan kasih dan komunikasi yang jujur. Karena cinta sejati bukan tentang menemukan orang yang sempurna, melainkan menerima dengan kesabaran dan ketulusan.

Baca Juga  Penjahat Bernama Prabowo

“Kesetiaan bukan soal siapa yang tidak pernah tergoda, tapi siapa yang tetap memilih bertahan meski seribu godaan datang mengetuk.”

Jika suatu saat hati mulai goyah, berhentilah sejenak. Tatap diri di cermin dan tanyakan: apakah aku benar-benar mencintai, atau hanya mencari pelarian dari luka dan jenuh yang tak terselesaikan? Sebab cinta yang salah tidak akan membawa damai, hanya menambah beban yang tak akan pernah tenang di hati.

Pada akhirnya, cinta yang layak dipertahankan adalah cinta yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lebih jujur, lebih setia, dan lebih kuat menahan godaan. Sebab ketika hati ternoda oleh cinta lain, yang sebenarnya kita butuhkan bukan pelukan baru, melainkan keberanian untuk kembali pada cinta yang pertama.

Berita Terkait

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Negara Tidak Boleh Membiarkan Penilaian Tembakau Hanya Berdasarkan “Insting”
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik Vs Kepemimpinan Birokrasi
APHT Guluk-Guluk: Di Balik Gedung-Gedung yang Tumbuh, Keadilan Perlahan Layu
Keunggulan Kuliah di Program Studi PGPAUD Universitas PGRI Sumenep dan Peluang Kerja di Masa Depan
Elegi Daun Emas: Menakar Keadilan di Atas Tanah Bragung
Menatap Pendidikan Kepulauan: Catatan Kritis dari Beranda KOPRI Komisariat UNIJA
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 20:53

Negara Tidak Boleh Membiarkan Penilaian Tembakau Hanya Berdasarkan “Insting”

Saturday, 18 July 2026 - 11:04

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Thursday, 16 July 2026 - 23:14

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik Vs Kepemimpinan Birokrasi

Wednesday, 8 July 2026 - 10:00

APHT Guluk-Guluk: Di Balik Gedung-Gedung yang Tumbuh, Keadilan Perlahan Layu

Tuesday, 7 July 2026 - 14:05

Keunggulan Kuliah di Program Studi PGPAUD Universitas PGRI Sumenep dan Peluang Kerja di Masa Depan

Berita Terbaru