Belajar dari IKN, PKDI Sumenep Dorong Transformasi Ekonomi Desa

Friday, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALTIM, Newsline.id — Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep terus memperluas jejaring dan memperdalam kapasitas kepemimpinan desa melalui program pembelajaran lintas daerah. Kali ini, PKDI Sumenep melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dalam rangka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa, Koperasi Merah Putih, dan Ketahanan Pangan se-Kabupaten Sumenep.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, dan diterima oleh sejumlah pejabat serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis malam (6/11/2025), di Qubika Boutique Hotel IKN.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para kepala desa untuk belajar dari daerah yang kini menjadi simbol masa depan Indonesia. Penajam Paser Utara sendiri merupakan salah satu wilayah utama dalam pembangunan IKN dan dikenal dengan inovasi tata kelola pemerintahan berbasis kolaborasi dan teknologi.

“Desa hari ini harus belajar menjadi adaptif terhadap perubahan. Pembangunan IKN memberi kita contoh bagaimana transformasi besar dapat dilakukan melalui sinergi lintas sektor,” ujar H. Ubaid dalam sambutannya.

Baca Juga  Karya Bakti TNI AD 2026 Siap Digelar di Madura, Fokus Bangun Infrastruktur dan Layanan Sosial

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur desa agar lebih siap menghadapi tantangan pembangunan modern.

“Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Kepala desa harus mampu memahami arah pembangunan Indonesia agar dapat menyesuaikan strategi pembangunan di wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan Jumat pagi (7/11/2025) di Gedung Kemenko III IKN. Dalam sesi tersebut, PKDI Sumenep dijadwalkan berdialog dengan perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pertanian, serta Badan Gizi Nasional terkait penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan berbasis koperasi.

Selain itu, rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Samarinda — salah satu model koperasi yang dinilai sukses mengembangkan ekonomi desa melalui sistem kolaboratif.

KDMP dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi yang tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga mengelola kios pangan, apotek desa, hingga layanan kesehatan masyarakat. Konsep ini dianggap ideal untuk diadaptasi oleh desa-desa di Sumenep yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penipuan Kavling Rp400 Juta, Penyidik Polres Bangkalan Periksa Lima Saksi

“Model koperasi seperti KDMP ini menginspirasi kami untuk memperkuat peran koperasi desa di Sumenep. Kami ingin koperasi menjadi pusat aktivitas ekonomi, bukan sekadar tempat meminjam uang,” ujar H. Ubaid.

Menurutnya, PKDI Sumenep akan mendorong setiap desa agar mulai bertransformasi dari pola pembangunan berbasis proyek menuju pembangunan berbasis kelembagaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman antarwilayah. Sebelumnya, PKDI Lumajang telah melaksanakan kegiatan serupa di wilayah yang sama, menandai tumbuhnya semangat kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat posisi desa dalam peta pembangunan nasional.

Dengan kunjungan ke IKN dan Samarinda ini, PKDI Sumenep berharap para kepala desa dapat membawa pulang gagasan-gagasan baru tentang tata kelola desa yang lebih transparan, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Intinya, kita ingin belajar bagaimana membangun dari desa untuk Indonesia yang lebih maju. Karena masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kota, tapi juga oleh kemajuan desa,” pungkas H. Ubaid Abdul Hayat.

Berita Terkait

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Berita Terbaru