KALTIM, Newsline.id — Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep terus memperluas jejaring dan memperdalam kapasitas kepemimpinan desa melalui program pembelajaran lintas daerah. Kali ini, PKDI Sumenep melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dalam rangka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa, Koperasi Merah Putih, dan Ketahanan Pangan se-Kabupaten Sumenep.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, dan diterima oleh sejumlah pejabat serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis malam (6/11/2025), di Qubika Boutique Hotel IKN.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para kepala desa untuk belajar dari daerah yang kini menjadi simbol masa depan Indonesia. Penajam Paser Utara sendiri merupakan salah satu wilayah utama dalam pembangunan IKN dan dikenal dengan inovasi tata kelola pemerintahan berbasis kolaborasi dan teknologi.
“Desa hari ini harus belajar menjadi adaptif terhadap perubahan. Pembangunan IKN memberi kita contoh bagaimana transformasi besar dapat dilakukan melalui sinergi lintas sektor,” ujar H. Ubaid dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur desa agar lebih siap menghadapi tantangan pembangunan modern.
“Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Kepala desa harus mampu memahami arah pembangunan Indonesia agar dapat menyesuaikan strategi pembangunan di wilayahnya masing-masing,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan Jumat pagi (7/11/2025) di Gedung Kemenko III IKN. Dalam sesi tersebut, PKDI Sumenep dijadwalkan berdialog dengan perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pertanian, serta Badan Gizi Nasional terkait penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan berbasis koperasi.
Selain itu, rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Samarinda — salah satu model koperasi yang dinilai sukses mengembangkan ekonomi desa melalui sistem kolaboratif.
KDMP dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi yang tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga mengelola kios pangan, apotek desa, hingga layanan kesehatan masyarakat. Konsep ini dianggap ideal untuk diadaptasi oleh desa-desa di Sumenep yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
“Model koperasi seperti KDMP ini menginspirasi kami untuk memperkuat peran koperasi desa di Sumenep. Kami ingin koperasi menjadi pusat aktivitas ekonomi, bukan sekadar tempat meminjam uang,” ujar H. Ubaid.
Menurutnya, PKDI Sumenep akan mendorong setiap desa agar mulai bertransformasi dari pola pembangunan berbasis proyek menuju pembangunan berbasis kelembagaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman antarwilayah. Sebelumnya, PKDI Lumajang telah melaksanakan kegiatan serupa di wilayah yang sama, menandai tumbuhnya semangat kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat posisi desa dalam peta pembangunan nasional.
Dengan kunjungan ke IKN dan Samarinda ini, PKDI Sumenep berharap para kepala desa dapat membawa pulang gagasan-gagasan baru tentang tata kelola desa yang lebih transparan, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Intinya, kita ingin belajar bagaimana membangun dari desa untuk Indonesia yang lebih maju. Karena masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kota, tapi juga oleh kemajuan desa,” pungkas H. Ubaid Abdul Hayat.








