Bea Cukai Hanya Musnahkan Rokok, Bukan Pabriknya: Diduga Takut Sentuh Pemilik Sultan Pamekasan

Thursday, 7 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Kinerja Bea Cukai kembali menuai sorotan tajam. Setelah memusnahkan ribuan batang rokok ilegal merek Hummer, publik mempertanyakan mengapa tindakan tersebut hanya menyasar produk jadinya, bukan menyentuh sumber produksi: pabriknya.

Pernyataan keras datang dari tokoh pemuda asal Kabupaten Sumenep, Dayat, yang menyebut bahwa Bea Cukai seperti bermain aman dan tidak berani menyentuh akar persoalan rokok ilegal di Madura, khususnya yang dikaitkan dengan nama besar “Sultan Pamekasan”.

“Bea Cukai hanya berani musnahkan rokoknya, bukan pabriknya. Padahal semua orang tahu siapa pemilik rokok Hummer. Apakah Bea Cukai takut? Atau jangan-jangan ada perlindungan khusus?” tegas Dayat saat dihubungi, Kamis (7/8/2025).

Pemusnahan rokok Hummer dilakukan beberapa waktu lalu di bawah pengawasan Bea Cukai Madura, namun tanpa ada penindakan hukum terhadap pemilik atau pabrik pembuatnya. Ini menimbulkan kesan bahwa penegakan hukum hanya bersifat simbolik dan tidak menyentuh jantung dari persoalan distribusi rokok ilegal.

Baca Juga  H. J Produksi Premium Bold, Rokok Ilegal Rasa Legal, Beacukai Rasa Figuran

“Kalau rokoknya disita dan dimusnahkan, tapi pabriknya masih jalan, itu artinya hanya akting. Tidak menyelesaikan masalah. Besok juga produksi lagi,” tambah Dayat.

Di kalangan warga Madura, sosok pemilik rokok Hummer kerap disebut sebagai “Sultan Pamekasan” karena gaya hidup mewahnya dan bisnis rokok ilegal yang meluas. Namun hingga kini, aparat penegak hukum maupun Bea Cukai belum pernah secara terbuka menindak sosok tersebut.

Bahkan sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pabrik rokok Hummer masih aktif beroperasi di sebuah lokasi yang diketahui masyarakat setempat, namun seperti “tak tersentuh hukum”.

Dayat, menilai tindakan Bea Cukai yang hanya memusnahkan produk, tanpa menelusuri dan menutup sumber produksinya, sebagai upaya meredam opini publik semata.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Terjang Desa Karduluk Sumenep, Sejumlah Rumah Warga Rusak

“Ini seperti membakar daun kering tanpa menyentuh batang pohonnya. Tidak akan pernah selesai. Jika pabrik dan pemiliknya tidak disentuh, maka ini hanyalah drama semata,” Tutup Dayat

Berita Terkait

Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan
BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 23:55

Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru