Balap Liar di Kota Sumenep Tak Terkendali, Dua Nyawa Melayang

Sunday, 18 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id— Kecelakaan lalu lintas maut yang merenggut dua nyawa pemuda di Jalan Raya Diponegoro, Desa Karangduak, Kecamatan Kota Sumenep, Minggu (18/1/2026) dini hari, memicu kritik keras terhadap kinerja Satlantas Polres Sumenep. Insiden tersebut kuat disinyalir berkaitan dengan praktik balap liar yang kerap terjadi di ruas jalan tersebut pada jam-jam rawan.

Dua korban, masing-masing berinisial MIF (23) dan SBB (23), dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan informasi awal dari Unit Gakkum Satlantas, kecelakaan melibatkan dua kendaraan roda dua jenis Honda GL dan Honda Grand Astra

Namun ironisnya, saat petugas tiba di lokasi, kedua kendaraan beserta TNKB tidak ditemukan.

Salah satu korban sempat dievakuasi ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, sementara korban lainnya telah lebih dulu dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Minimnya barang bukti, ketiadaan saksi mata, serta kondisi jalan yang sepi memperkuat dugaan bahwa kecelakaan tersebut terjadi dalam situasi balap liar.

Baca Juga  Warga Dusun Serseran Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Dana Desa Talang Rp1,24 Miliar Dipertanyakan

Sejumlah warga sekitar menilai, kecelakaan ini bukan sekadar musibah lalu lintas biasa, melainkan dampak dari lemahnya pengawasan aparat terhadap aktivitas kebut-kebutan di jalan umum.

Jalan Raya Diponegoro sendiri sudah lama dikenal masyarakat sebagai titik rawan balap liar, terutama pada dini hari saat arus lalu lintas lengang dan patroli polisi jarang terlihat.

“Kalau patroli rutin ada, balap liar pasti berkurang. Tapi yang terjadi, polisi sering datang setelah ada korban,” ujar seorang warga Karangduak yang enggan disebutkan namanya.

Kritik juga diarahkan pada pola kerja Satlantas yang dinilai masih dominan bersifat reaktif. Aparat dinilai lebih sering hadir setelah kecelakaan terjadi, alih-alih melakukan pencegahan melalui patroli intensif, razia mobile, dan penindakan tegas terhadap pelaku balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.

Baca Juga  Pokdakan Lautan Timur Desa Kertasada Terima Hibah Rp200 Juta 2025, Diduga Belum Kantongi Pengesahan Kades

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas pengamanan lalu lintas di wilayah Kota Sumenep, khususnya pada jam-jam rawan. Tanpa kehadiran aparat di lapangan, jalan raya berpotensi terus menjadi arena adu kecepatan yang mematikan.

Peristiwa tragis ini menjadi catatan penting bagi kepemimpinan Kapolres Sumenep yang baru. Publik menuntut adanya langkah konkret dan terukur untuk memberantas balap liar, bukan sekadar imbauan normatif yang berulang namun minim dampak.

Ketegasan aparat, menurut warga, bukan bentuk pengekangan, melainkan upaya perlindungan terhadap generasi muda yang justru kerap menjadi korban. Tanpa perubahan pendekatan dan peningkatan pengawasan, tragedi serupa dikhawatirkan akan terus berulang di jalan-jalan Kota Sumenep.

Keselamatan berlalu lintas memang tanggung jawab bersama. Namun ketika praktik balap liar dibiarkan tumbuh di ruang publik tanpa pengawasan memadai, negara melalui aparat penegak hukum tidak bisa lepas tangan dari tanggung jawab tersebut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
DRT The Big Family Rilis Dua SKT Baru di Arena Kerapan Sapi, Perkuat Identitas Kretek Madura
Humanis di Jalan, Polantas Sumenep Sapa Pengendara dan Edukasi Keselamatan
Polres Sumenep Dikepung Pertanyaan, Rilis Kokain Besar Tiba-Tiba Dibatalkan
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Thursday, 16 April 2026 - 00:40

Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep

Wednesday, 15 April 2026 - 16:59

Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep

Wednesday, 15 April 2026 - 13:42

Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur

Berita Terbaru