SUMENEP, Newsline.id – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Sumenep tengah mempersiapkan agenda strategis tingkat nasional melalui penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) bertema “Kompetensi Jurnalis Indonesia Berkelanjutan” di Jakarta pada 3–5 Desember 2025.
Raker ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan forum penting untuk merespons perubahan besar dalam industri media, terutama bagi jurnalis daerah yang kini menghadapi tantangan kecepatan informasi, banjirnya disinformasi, serta tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi.
Sekretaris AWDI Sumenep, Mashudi Surahman, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas jurnalis daerah merupakan kebutuhan mendesak di tengah perubahan ekosistem digital. Ia menilai, wartawan di daerah harus memiliki kemampuan yang sejajar dengan jurnalis tingkat nasional.
“Kecepatan bukan lagi satu-satunya ukuran. Di tengah derasnya informasi digital, jurnalis harus presisi, terverifikasi, dan berpegang pada etika. Kompetensi harus terus diasah agar produk jurnalistik tidak kehilangan kualitas,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Mashudi menegaskan, Raker ini diharapkan melahirkan pembaharuan metode kerja, penguatan literasi digital, serta peningkatan pemahaman etika pers yang lebih komprehensif.
Ketua DPC AWDI Sumenep, M. Rokib, menekankan pentingnya organisasi menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi seluruh anggotanya. Menurutnya, wartawan daerah tidak boleh terjebak dalam pola kerja lama di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat.
“Raker ini momentum bagi AWDI untuk menata ulang strategi agar jurnalis Sumenep memiliki standar nasional. Kita ingin anggota siap menghadapi tantangan baru tanpa meninggalkan integritas,” jelas pria yang juga Kabiro Media Panji Nasional Net Sumenep itu.
Ia menyebutkan, penyusunan pedoman kerja dan peta jalan kompetensi akan menjadi prioritas dalam pertemuan tersebut, termasuk memperkuat jejaring dengan berbagai lembaga media dan akademisi.
AWDI Sumenep juga menggandeng sejumlah organisasi media, komunitas masyarakat, dan kalangan akademisi guna memperkuat ekosistem jurnalistik yang sehat. Kolaborasi ini dianggap penting untuk mendorong kualitas informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab.
Rokib menuturkan bahwa kerja sama lintas sektor dapat menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan jurnalistik daerah, mulai dari keterbatasan akses pelatihan hingga ketimpangan literasi digital.
“Melalui sinergi, kita bisa memastikan jurnalis daerah tidak tertinggal dan mampu menghasilkan pemberitaan yang dapat dipercaya publik,” tambahnya.
Raker 2025 di Jakarta tersebut ditargetkan menghasilkan rekomendasi strategis, rancangan pelatihan lanjutan, serta formulasi standar kompetensi jurnalis daerah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Fokus utama kami tetap pada profesionalisme dan keberlanjutan kompetensi jurnalis. Teknologi boleh berubah, tetapi integritas harus menjadi fondasi,” pungkas Rokib.
Dengan agenda besar ini, AWDI Sumenep berharap dapat mendorong transformasi jurnalisme daerah menuju era yang lebih adaptif, beretika, dan berstandar nasional.
Penulis : OR
Editor : R IE Q








