KEI Bersama SKK Migas Salurkan Bantuan UMKM dan Pertanian di Desa Paliat, Warga Sapeken Sambut Antusias

Monday, 20 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Komitmen Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama SKK Migas untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah kerja perusahaan kembali diwujudkan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2025. Kali ini, bantuan difokuskan untuk pelaku usaha kecil dan kelompok tani di Desa Paliat, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Desa Paliat pada Minggu (24/8/2025), dengan dihadiri perwakilan KEI, pemerintah desa, serta warga penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, KEI menyerahkan beragam peralatan usaha dan pertanian yang diharapkan mampu menunjang peningkatan ekonomi masyarakat kepulauan.

Adapun bantuan yang disalurkan kepada pelaku UMKM meliputi 17 unit mesin jahit manual, 46 meteran butterfly, 46 gunting benang, 184 pack jarum, 230 lusin benang, 46 gunting kain, 6 mesin obras elektrik, 90 rol benang obras, dan 23 zipper bag. Sementara untuk sektor pertanian, KEI juga memberikan 5 set mesin perontok padi kepada Kelompok Tani “Lestari” Desa Paliat.

Baca Juga  PR Air Bening Jaya Dukung Talenta Muda, Valen–Mila Disambut Apresiasi di Sumenep

Manager Humas KEI, Kampoi Naibaho, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasi migas.

“Kami ingin masyarakat Paliat merasakan manfaat langsung dari keberadaan KEI. Bantuan ini kami harapkan dapat mendorong produktivitas UMKM serta meningkatkan hasil pertanian,” ujar Kampoi.

Ia menjelaskan, bahwa perencanaan program PPM disusun berdasarkan aspirasi masyarakat mulai dari tingkat dusun, desa, hingga kecamatan, yang kemudian dikonsolidasikan bersama pemerintah kabupaten dan Forkopimda Sumenep.

“Kami pastikan setiap program PPM tidak tumpang tindih dengan program pemerintah daerah. Prinsip kami, tepat guna dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Salah satu penerima bantuan, Sanaton, warga Dusun Susunan, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan peralatan usaha jahit tersebut.

“Terima kasih kepada SKK Migas dan KEI. Bantuan ini membuat usaha kami bisa lebih berkembang. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan untuk warga Sapeken,” ungkapnya dengan penuh haru.

Baca Juga  Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep

Sementara Sekretaris Desa Paliat, Saerno, menilai program ini menunjukkan keseriusan KEI dan SKK Migas dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Program ini bukan sekadar simbolik, tapi nyata dirasakan manfaatnya oleh warga. Ini membuktikan bahwa perusahaan benar-benar hadir untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap agar sinergi antara pemerintah desa dan pihak perusahaan terus berlanjut, khususnya dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Program PPM tahun 2025 di Sapeken menjadi salah satu contoh konkret komitmen SKK Migas dan KEI dalam mengimplementasikan prinsip “beroperasi sambil berkontribusi”. Tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara dunia industri dan masyarakat kepulauan Sumenep.

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru