Anggaran Kerapan Sapi Piala Presiden Rp150 Juta Tahun 2026 Disorot, Disbudporapar Sumenep Diduga Tak Pernah Gelar Kegiatan

Friday, 22 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Anggaran sebesar Rp150 juta yang dialokasikan untuk penggelaran Kerapan Sapi Piala Presiden di Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2026 kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, kegiatan yang disebut-sebut masuk dalam pos anggaran Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep itu diduga tidak pernah benar-benar dilaksanakan secara resmi oleh dinas terkait sejak tahun 2025 hingga 2026.

Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah pihak mempertanyakan realisasi kegiatan serta penggunaan anggaran yang dinilai tidak transparan. Bahkan, berkembang dugaan bahwa anggaran tersebut berpotensi digunakan bukan untuk kepentingan kegiatan budaya dan pelestarian tradisi kerapan sapi, melainkan untuk kepentingan pribadi oknum tertentu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dalam dokumen anggaran tahun 2026 terdapat alokasi dana sekitar Rp150 juta untuk penggelaran Kerapan Sapi Piala Presiden di Sumenep. Namun hingga kini, publik mempertanyakan bentuk kegiatan, laporan pelaksanaan, hingga output nyata dari penggunaan anggaran tersebut.

Padahal, tradisi kerapan sapi merupakan salah satu ikon budaya Madura yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada 2025 lalu, kegiatan seleksi menuju Kerapan Sapi Piala Presiden sempat digelar di Stadion Giling Sumenep dan melibatkan puluhan pasangan sapi kerapan.

Baca Juga  Solar Subsidi Diduga Dijarah Mafia, Aktivitas Jerigen Terpantau Bebas di SPBU 54.694.13 Ganding

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga diketahui sempat melakukan renovasi Lapangan Giling sebagai persiapan ajang Kerapan Sapi Piala Presiden. Renovasi tersebut bahkan menggunakan kombinasi dana APBD dan CSR dengan nilai ratusan juta rupiah.

Namun kondisi itu justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Jika kegiatan dan persiapan kerapan sapi sebelumnya telah ditopang berbagai sumber anggaran lain, maka publik mempertanyakan secara detail penggunaan tambahan anggaran Rp150 juta yang berada di Disbudporapar Sumenep.

“Kalau memang ada anggaran penggelaran Kerapan Sapi Piala Presiden, mana kegiatan resminya? Mana laporan pertanggungjawabannya? Jangan sampai anggaran budaya hanya menjadi bancakan,” ujar salah satu aktivis di Sumenep yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Baca Juga  Pelantikan Ormawa Uniba Madura Jadi Titik Awal Gerakan Mahasiswa Dorong KEK Tembakau

Kecurigaan publik semakin menguat lantaran hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep masih belum memberikan tanggapan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan.

Tidak adanya penjelasan dari pihak dinas dinilai semakin memperbesar asumsi publik terkait dugaan penyimpangan anggaran. Sejumlah elemen masyarakat bahkan mulai mendorong agar aparat penegak hukum maupun lembaga pengawas melakukan audit terhadap penggunaan dana tersebut.

Masyarakat berharap anggaran yang bersumber dari uang rakyat benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, terlebih kegiatan kerapan sapi selama ini selalu diklaim sebagai bagian dari pelestarian budaya Madura dan penguatan sektor pariwisata daerah.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Sumenep sebelumnya juga pernah menyatakan komitmennya dalam menjaga eksistensi budaya kerapan sapi melalui berbagai event tahunan.

Namun di tengah munculnya dugaan anggaran fiktif atau tidak jelas realisasinya, transparansi dan akuntabilitas penggunaan APBD kini menjadi tuntutan utama publik terhadap pemerintah daerah.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru