Aliansi BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat, Soroti BBM, MBG hingga Transparansi Pengadaan Lahan Batalyon

Sunday, 21 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi BEM Sumenep dan Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi mimbar rakyat di Taman Bunga Sumenep, Minggu (21/6/2026).

Aliansi BEM Sumenep dan Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi mimbar rakyat di Taman Bunga Sumenep, Minggu (21/6/2026).

SUMENEP, Newsline.id — Aliansi BEM Sumenep bersama Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi mimbar rakyat di Taman Bunga Sumenep, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

Aksi berlangsung dengan berbagai penampilan, mulai dari stand up comedy, pembacaan puisi, hingga orasi politik dari perwakilan mahasiswa dan masyarakat sipil. Sejumlah isu nasional maupun daerah turut menjadi sorotan, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga BBM, pelemahan nilai tukar rupiah, kerusakan lingkungan, hingga isu supremasi sipil.

Koordinator Aliansi BEM Sumenep, M. Salman Farid, dalam orasinya menyoroti persoalan kelangkaan dan antrean BBM yang belakangan terjadi di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, pemerintah pusat maupun daerah harus segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.

“Pak Prabowo, Bu Khofifah dan Pak Fauzi harus segera mengatasi permasalahan BBM yang sekarang terjadi antrean dimana-mana khususnya di Kab. Sumenep,” tegas Salman di hadapan peserta aksi.

Baca Juga  SPPG Yayasan Al-Azhar Aeng Dake Kembali Disorot, Dugaan Kelalaian Berulang Picu Kritik

Ia juga menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan kontribusi sumber daya alam yang selama ini diberikan Kabupaten Sumenep kepada negara, khususnya sektor migas.

“Kab. Sumenep sangat kaya akan gas alamnya, tetapi itu tidak sebanding dengan apa yang diterima oleh masyarakat Sumenep karena kenaikan BBM ini,” lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Sumenep, Zamrud Khan, yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum, menyoroti persoalan penegakan hukum dan posisi aparat keamanan dalam jabatan sipil.

Menurutnya, prinsip supremasi sipil harus tetap dijaga agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antara institusi sipil dan aparat keamanan.

“Seharusnya Polri dan TNI bukan ranahnya duduk di beberapa jabatan sipil,” ujarnya dalam orasi.

Di akhir kegiatan, massa aksi membacakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat. Di antaranya mendesak penurunan harga BBM, perbaikan tata kelola ekonomi nasional, penghentian kebijakan yang dinilai tidak efektif, reformasi hukum, penghentian deforestasi, hingga penguatan transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Baca Juga  Pembangunan Tempat Inventaris RKK Panglima Sudirman Capai 80 Persen, Panitia Apresiasi Dukungan Masyarakat

Aliansi BEM Sumenep dan Koalisi Masyarakat Sipil juga menuntut keterbukaan data terkait distribusi dan stok BBM jenis Pertalite di Kabupaten Sumenep. Selain itu, mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di daerah.

Tak hanya itu, massa aksi juga mendesak pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perusahaan yang melakukan eksploitasi sumber daya alam di Kabupaten Sumenep agar memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.

Dalam tuntutan lainnya, mereka meminta adanya akuntabilitas dan transparansi terkait pengadaan lahan Markas Batalyon di wilayah Parsanga, Kabupaten Sumenep.

Melalui aksi mimbar rakyat tersebut, Aliansi BEM Sumenep dan Koalisi Masyarakat Sipil berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah demi terwujudnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

 

Penulis : Moh. Fairuz Zamzami

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru