Aktivis dan Organisasi Taktis Siap Bawa Bukti SAF ke BK DPRD Pamekasan: Desak Proses Hukum dan Sanksi Etik Pejabat Publik

Saturday, 27 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id — Eskalasi kasus dugaan pesta minuman keras dan obat-obatan terlarang di gudang rokok ilegal yang menyeret oknum Ketua Komisi II DPRD Pamekasan berinisial SAF kian memasuki fase krusial. Sejumlah aktivis dan berbagai organisasi taktis menyatakan siap membawa bukti-bukti tambahan ke BK DPRD Pamekasan dan aparat penegak hukum demi memastikan adanya kejelasan hukum sekaligus penegakan sanksi etik terhadap pejabat publik.

Pernyataan ini muncul menyusul pengakuan dua perempuan berinisial EV dan IN yang membenarkan rangkaian dugaan pesta miras dan konsumsi obat-obatan terlarang di gudang produksi rokok tanpa pita cukai. Aktivis menilai, keterangan saksi kini telah melampaui isu moral dan masuk ke ranah dugaan tindak pidana berlapis.

“Ini bukan lagi gosip. Ada saksi, ada pola, dan ada dugaan penyalahgunaan kekuasaan. Kami akan serahkan bukti dan meminta proses hukum berjalan transparan,” tegas salah satu koordinator aktivis dalam keterangannya.

Baca Juga  Warga Sumenep Kembali Jadi Korban Penarikan Paksa oleh Debt Collector, Diduga dari ADIRA dan FIF

Menurut aktivis, bukti yang akan dibawa mencakup, bukti chatan ajakan, rekaman percakapan, keterangan saksi, serta indikasi lokasi dan waktu kejadian yang dinilai cukup untuk membuka penyelidikan resmi. Mereka mendesak Polres Pamekasan agar segera menindaklanjuti laporan dengan langkah penyidikan yang terukur dan akuntabel.

Aktivis juga menyoroti posisi SAF sebagai pejabat publik dari Partai PBB, yang dinilai seharusnya menjunjung tinggi etika dan integritas.

“Jika dugaan ini dibiarkan tanpa kejelasan, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan runtuh,” tambahnya.

Selain proses pidana, organisasi taktis mendorong mekanisme sanksi etik melalui alat kelengkapan dewan dan partai politik terkait. Mereka menuntut klarifikasi terbuka dari SAF, DPRD, dan partai pengusung agar publik memperoleh jawaban yang terang.

Baca Juga  Empat Orang Ditahan, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Korupsi Rp26 Miliar dalam Program BSPS Sumenep 2024

“Pejabat publik wajib akuntabel. Diam adalah bentuk pengingkaran tanggung jawab,” ujar perwakilan organisasi taktis lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, SAF belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi kepada pimpinan DPRD setempat juga belum menghasilkan respons terbuka. Sementara itu, publik Pamekasan menanti langkah konkret aparat dan lembaga terkait.

Kasus ini dipastikan akan terus dipantau. Aktivis menegaskan, pelaporan resmi akan dilakukan dalam waktu dekat demi memastikan kepastian hukum dan penegakan etika bagi pejabat publik yang diduga terlibat.(*)

Baca Juga: Hak Jawab Salman Al Farisi Atas Empat Berita yang Ditayangkan jatimnewsline.id

Catatan:
Artikel ini telah dinilai oleh Dewan Pers melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ dan
Pedoman Pemberitaan Media Siber (PPMS)

Penulis : Red

Editor : R IE Q

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru