Warga Surabaya Mengaku Diintimidasi Pedagang Batik di Burneh, Dipaksa Borong Rp5 Juta

Monday, 18 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Newsline.id – Seorang warga Surabaya berinisial SI mengaku mengalami tindakan intimidasi dan perlakuan tidak menyenangkan saat hendak membatalkan pesanan baju batik miliknya di wilayah Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (16/05/2026) di area pertokoan sekitar Indomaret Burneh. Korban menyebut, awalnya dirinya hanya ingin menyelesaikan pembatalan pesanan secara baik-baik karena barang yang dipesan dianggap tidak sesuai dengan keinginannya.

Menurut pengakuan SI, komunikasi awal dilakukan melalui pesan WhatsApp. Dalam percakapan itu, ia mengajak pemilik usaha batik berinisial YN Collection untuk bertemu langsung agar persoalan dapat diselesaikan tanpa konflik.

Namun situasi justru berubah tegang saat keduanya bertemu di lokasi. SI mengaku mendapat tekanan untuk tetap membeli seluruh pesanan batik dalam jumlah besar.

Baca Juga  Air Mata dan Harapan Menyatu, Anniversary Pertama Bani Insan Peduli Jadi Momentum Refleksi Kemanusiaan

Korban menyebut dirinya diduga dipaksa memborong sekitar 50 potong baju batik dengan total nilai mencapai Rp5 juta.

Karena merasa tidak membutuhkan barang sebanyak itu, SI mencoba mencari jalan tengah dengan menawarkan uang kompensasi pembatalan sebesar Rp1 juta sebagai bentuk tanggung jawab.

“Saya bilang baik-baik, kalau memang ada kerugian saya siap ganti Rp1 juta untuk pembatalan pesanan. Tapi tetap dipaksa harus beli semuanya,” ujar SI kepada awak media.

Penolakan tersebut disebut memicu emosi pihak penjual. Di lokasi kejadian, SI mengaku diteriaki dengan sebutan “penipu” di depan warga dan pengunjung sekitar pertokoan.

Keributan itu sempat menarik perhatian sejumlah orang, termasuk seorang juru parkir yang awalnya ikut membela pihak penjual. Namun setelah mengetahui SI masih beritikad memberikan uang kompensasi, suasana mulai mereda.

Baca Juga  Malang Darurat Sekolah Inklusi: Banyak Anak Berkebutuhan Khusus Ditolak Sekolah Negeri

Merasa mendapat perlakuan yang tidak wajar, SI kemudian meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum di kantor polisi terdekat. Akan tetapi, menurut pengakuannya, pihak penjual justru menolak saat diajak ke Polsek.

Tak hanya itu, SI mengaku keluarganya ikut mengalami tekanan psikologis usai kejadian tersebut. Ia menyebut sempat diancam akan diviralkan melalui media sosial.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru