Warga Desa Poteran Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Sudah Rusak Lebih dari 10 Tahun

Monday, 9 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Kepedulian terhadap akses infrastruktur kembali ditunjukkan oleh masyarakat di Desa Poteran, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Warga setempat secara gotong royong melakukan perbaikan jalan desa menggunakan dana swadaya setelah kondisi jalan tersebut rusak cukup parah dan tak kunjung mendapat penanganan.

 

Perbaikan jalan itu dilakukan sebagai bentuk inisiatif warga demi menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan tersebut diketahui menjadi akses utama yang setiap hari digunakan warga, baik untuk keperluan sekolah, bekerja, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

 

Salah satu warga setempat, Rahman, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, menurutnya, kondisi jalan sudah rusak lebih dari satu dekade.

 

“Jalan itu rusak sudah lama, mungkin sekitar 10 tahunan lebih. Warga sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan perbaikan kepada pemerintah desa,” ujar Rahman kepada wartawan.

 

Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun masyarakat telah menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang rusak tersebut. Namun hingga kini, perbaikan yang dilakukan justru berasal dari inisiatif masyarakat sendiri melalui dana swadaya.

Baca Juga  Ketika Hibah Jadi Bancakan: Rp1,05 Miliar Mengancam Marwah Pemkab Sumenep

 

“Warga sudah mengajukan, tapi sampai sekarang baru diperbaiki, itu pun menggunakan dana swadaya masyarakat,” katanya.

 

Menurut Rahman, kerusakan jalan tersebut cukup mengganggu aktivitas warga. Selain menyulitkan mobilitas, kondisi jalan yang berlubang juga menyebabkan kendaraan masyarakat lebih cepat mengalami kerusakan.

 

“Keluhan warga banyak sekali. Kalau jalan rusak, sepeda motor cepat rusak. Selain itu anak-anak yang mau sekolah dan masyarakat yang mau bekerja juga terganggu,” jelasnya.

 

Tidak hanya itu, ia juga menyebut bahwa kondisi jalan yang tidak rata dan berlubang kerap menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

 

“Sudah ada juga warga yang sampai jatuh karena jalan rusak,” tambahnya.

 

Karena kondisi tersebut tidak kunjung mendapatkan perhatian serius, masyarakat akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara gotong royong. Warga mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli material yang dibutuhkan, kemudian melakukan perbaikan bersama-sama.

Baca Juga  Menu MBG Diduga Tak Layak, Aktivis Soroti Transparansi Yayasan Darul Arqom Lenteng Barat

 

Aksi gotong royong tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat setempat. Warga berharap langkah ini dapat menjadi solusi sementara agar jalan tetap bisa dilalui dengan lebih aman.

 

Meski demikian, masyarakat tetap berharap pemerintah desa dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

 

Rahman menegaskan bahwa dana desa yang setiap tahun dikucurkan pemerintah seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.

 

“Harapan kami tentu jalan harus diperbaiki dengan baik. Dana desa yang turun harus dikelola dengan benar, karena masyarakat juga tidak ingin ada jalan rusak yang mengganggu aktivitas mereka,” pungkasnya.

 

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak pemerintah desa setempat masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh keterangan resmi terkait kondisi jalan tersebut serta perbaikan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Penulis : Fwd

Editor : MTAB

Berita Terkait

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Monday, 21 September 2026 - 17:22

Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Berita Terbaru