Usai Mediasi Damai, Situasi Kantor Kecamatan Pasongsongan Sempat Memanas, Jurnalis dan Aktivis Alami Tekanan

Wednesday, 11 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Proses mediasi antara keluarga pasien dan pihak Puskesmas Pasongsongan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Pasongsongan berakhir dengan kesepakatan damai. Pertemuan yang digelar pada Selasa malam (10/2/2026) itu diinisiasi oleh kalangan jurnalis dan aktivis sebagai upaya penyelesaian persoalan pelayanan kesehatan melalui jalur musyawarah.

Mediasi tersebut dihadiri langsung oleh Camat Pasongsongan Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si., Kapolsek Pasongsongan Iptu Harianto, serta Danramil 0827/11 Pasongsongan Kapten Cke Achmad Suyanto. Selain itu, Ketua Ormas Madas Sedarah, Samsudin, turut menyaksikan proses tersebut hingga penandatanganan hasil kesepakatan oleh kedua belah pihak.

Ahmad Rijali, aktivis yang turut menginisiasi pertemuan, menyampaikan bahwa pokok persoalan antara keluarga pasien dan Kepala Puskesmas Pasongsongan telah dinyatakan selesai secara resmi.

“Semua sudah diselesaikan melalui musyawarah dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani bersama. Ini jalur damai yang sah dan disaksikan unsur Forkopimka,” ujarnya.

Baca Juga  Camat Talango Ketakutan, Blokir Nomor WhatsApp Media yang Konfirmasi Soal Proyek Rp2,1 Miliar Di Desa Gapurana

Namun, suasana yang semula kondusif disebut berubah setelah forum resmi dinyatakan ditutup. Sejumlah warga mendatangi Kantor Kecamatan Pasongsongan ketika aparat dan para pihak masih berada di lokasi.

Kedatangan rombongan tersebut, menurut sejumlah saksi, sempat menimbulkan ketegangan di dalam ruangan. Di antara warga yang hadir disebut terdapat Amir, mantan Kepala Desa Panaongan, bersama beberapa orang lainnya.

Seorang jurnalis yang berada di lokasi mengaku mengalami tekanan verbal. Ia menyebut sempat terjadi tindakan menggebrak meja yang diarahkan kepadanya karena keberadaannya tidak dikenali oleh sebagian orang yang baru datang.

“Saya hadir untuk meliput proses mediasi pelayanan publik. Ketika forum sudah selesai, justru muncul situasi yang tidak nyaman,” tuturnya.

Ahmad Rijali juga mengaku merasakan adanya tekanan pasca-mediasi. Menurutnya, dinamika yang terjadi setelah forum ditutup tidak lagi berkaitan dengan substansi persoalan yang telah disepakati bersama.

Baca Juga  Arogansi Pelanggan: Kurir di Bluto Jadi Korban Penganiayaan

“Mediasi sudah selesai dan damai. Tapi suasana berubah setelah itu. Ini tentu menjadi perhatian karena menyangkut rasa aman,” katanya.

Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak terjadi dalam forum resmi, melainkan setelah agenda dinyatakan selesai. Meski demikian, peristiwa itu berlangsung di lingkungan kantor pemerintahan dan saat aparat penegak hukum masih berada di lokasi.

Situasi akhirnya kembali terkendali tanpa terjadi bentrokan fisik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait dugaan intimidasi tersebut.

Sejumlah pihak berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama agar ruang publik pemerintahan tetap menjadi tempat yang aman bagi masyarakat, jurnalis, maupun aktivis dalam menyampaikan aspirasi dan mengawal pelayanan publik.

Mediasi yang sebelumnya berjalan damai diharapkan menjadi contoh penyelesaian persoalan secara dialogis, sementara dinamika pasca-forum diharapkan tidak mengganggu semangat musyawarah yang telah dicapai.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru