Tuhan Tidak Perlu Dibela: Yang Perlu Diperbaiki Adalah Akhlak Kita

Thursday, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Moch Thoriqil Akmal B, S.H

OPINI, Newsline.id – Ada kalimat yang sering membuat sebagian orang tersentak: “Tuhan tidak perlu dibela.” Kalimat ini terdengar provokatif, bahkan dianggap sesat oleh sebagian kalangan. Tapi mari kita pikir jernih bagaimana mungkin Tuhan, yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Segalanya, memerlukan pembelaan dari manusia yang bahkan sering tak mampu membela dirinya sendiri dari hawa nafsu?

 

Sering kali, yang disebut “membela Tuhan” hanyalah topeng dari ego keagamaan. Orang merasa imannya paling benar, tafsirnya paling murni, dan keyakinannya paling suci. Lalu, ketika ada yang berbeda pandang, ia marah, merasa Tuhan sedang dihina, dan merasa wajib menegakkan “keadilan” atas nama langit. Padahal yang sedang ia bela bukanlah Tuhan, tapi gengsi imannya sendiri.

Baca Juga  Paseyan Bangkit: Pemuda Siap Menyalakan Api Perubahan

 

Tuhan tidak butuh dibela dengan kemarahan, teriakan, atau darah. Ia butuh dibuktikan lewat akhlak. Lewat kesabaran menghadapi perbedaan, lewat kasih sayang pada sesama, dan lewat kejujuran dalam hidup. Itulah bentuk pembelaan sejati bukan dengan menghunus pedang atau mengirim hujatan di kolom komentar.

 

Lihatlah sejarah: hampir semua perang agama bukan dimulai karena Tuhan, tapi karena tafsir tentang Tuhan. Manusia memonopoli kebenaran seolah kunci surga ada di saku bajunya. Padahal, yang sering ia lakukan justru mempermalukan Tuhan yang katanya ia bela sebab kekerasan dan kebencian tidak pernah memantulkan cahaya ketuhanan, hanya bayangan gelap keangkuhan.

 

Tuhan menciptakan akal agar manusia berpikir, bukan hanya berteriak. Mungkin di situ letak keagungan-Nya: Ia tidak butuh pasukan pembela, hanya butuh manusia yang menggunakan nurani. Jika Tuhan memang Maha Kuasa, apa gunanya manusia yang marah-marah di jalanan demi “membela” nama-Nya?

Baca Juga  Kenapa Perempuan Menyerahkan Tubuhnya?

 

Membela Tuhan berarti menjaga ciptaan-Nya. Membela Tuhan berarti tidak korupsi, tidak menipu, tidak menindas yang lemah. Membela Tuhan berarti melindungi alam, menolong sesama, dan hidup dengan rasa hormat kepada perbedaan. Kalau masih mudah marah karena perbedaan keyakinan, mungkin yang kita bela bukan Tuhan, tapi ego yang ingin terlihat paling benar di mata manusia.

 

Tuhan tidak pernah minta dibela. Ia hanya minta dikenali, disyukuri, dan ditaati dengan hati yang bersih. Selebihnya, biarkan Tuhan menjadi Tuhan, sebab Dia tidak butuh pertolongan dari kita. Justru kita yang selalu butuh belas kasih-Nya.

Berita Terkait

“TEMPO” Berjudi Di Madura
Asset Recovery with Due Process: Menakar Batas Kekuasaan Negara dalam RUU Perampasan Aset
Merdeka di Tiang Bendera
Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
Kenapa Perempuan Menyerahkan Tubuhnya?
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Negara Tidak Boleh Membiarkan Penilaian Tembakau Hanya Berdasarkan “Insting”
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 00:08

“TEMPO” Berjudi Di Madura

Sunday, 6 September 2026 - 19:02

Asset Recovery with Due Process: Menakar Batas Kekuasaan Negara dalam RUU Perampasan Aset

Monday, 17 August 2026 - 05:44

Merdeka di Tiang Bendera

Sunday, 16 August 2026 - 22:00

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Friday, 14 August 2026 - 12:49

Kenapa Perempuan Menyerahkan Tubuhnya?

Berita Terbaru