PAMEKASAN, Newsline.id – Munculnya berbagai varian baru rokok ilegal merek Flash di sejumlah wilayah Madura kembali memicu kritik terhadap kinerja Bea Cukai Madura. Sejumlah aktivis menilai lembaga tersebut terkesan “mandul” dalam membongkar jaringan produsen besar yang diduga menjadi pemasok utama rokok tanpa pita cukai.
Penilaian itu muncul setelah di lapangan terus ditemukan beragam varian rokok Flash dengan kemasan baru yang beredar luas. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa aktivitas produksi diduga masih berlangsung dan belum tersentuh penindakan secara menyeluruh.
Menurut aktivis, apabila pengawasan dan penindakan benar-benar efektif, seharusnya produsen tidak leluasa menghadirkan produk-produk baru ke pasaran.
“Setiap bulan muncul varian baru. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah pengawasan sudah berjalan maksimal atau justru ada kelemahan dalam penindakan terhadap sumber produksinya,” ujar salah seorang aktivis.
Ia menilai selama ini operasi pemberantasan rokok ilegal lebih sering menyasar pedagang eceran dan toko kecil. Sementara pihak yang diduga memproduksi dalam jumlah besar belum terlihat diproses secara terbuka.
“Kalau yang ditindak hanya pengecer, rantai peredaran tidak akan pernah putus. Yang dibutuhkan masyarakat adalah keberanian mengungkap produsen, pemodal, dan jaringan distribusinya,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, beredar informasi di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan seorang pengusaha berinisial R di wilayah Pakong, Kabupaten Pamekasan, dalam jaringan produksi rokok ilegal merek Flash. Namun hingga berita ini ditulis, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum pernah dikonfirmasi melalui proses hukum maupun pernyataan resmi dari aparat penegak hukum.
Karena itu, berbagai pihak meminta agar informasi tersebut ditindaklanjuti melalui penyelidikan yang profesional, independen, dan transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Aktivis juga mendesak Bea Cukai Madura membuka secara terbuka hasil operasi yang telah dilakukan, termasuk jumlah produsen yang berhasil diungkap dibandingkan dengan penindakan terhadap pedagang eceran.
Menurut mereka, indikator keberhasilan pemberantasan rokok ilegal bukan hanya banyaknya barang sitaan, melainkan juga kemampuan membongkar jaringan produksi hingga aktor intelektual di balik bisnis ilegal tersebut.
Apabila berbagai merek rokok ilegal terus bermunculan dengan desain dan varian baru, publik menilai wajar apabila muncul pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan yang selama ini dijalankan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan terkait kritik tersebut maupun mengenai dugaan jaringan produksi rokok ilegal merek Flash. Apabila Bea Cukai memberikan tanggapan atau klarifikasi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
Penulis : OR
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








